BPIP Gandeng INSURI Ponorogo Tanamkan Nilai Pancasila di Kalangan Santri dan Mahasiswa

FAZ • Sunday, 26 Oct 2025 - 11:17 WIB

Ponorogo, Jawa Timur — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo untuk menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Santri bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Acara yang berlangsung di kampus INSURI ini diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan dosen, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus dan pejabat BPIP.

Rektor INSURI Asvin Abdur Rohman, Pembina Yayasan Yapertinuka Choirul Fatha, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi NU Batoro Katong Syamsul Ma’arif, serta jajaran wakil rektor Jauhan Budiwan, Syamsudin, dan Arik Dwijayanto turut menyambut kedatangan Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi, Deputi Hubungan Antar Lembaga Prakoso, dan Direktur Sosialisasi dan Komunikasi Agus Moh. Najib.

Prof. Yudian hadir sebagai pembicara kunci sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembinaan ideologi tersebut

Momentum Hari Santri dan Semangat Kebangsaan

Dalam sambutannya, Deputi BPIP Prakoso menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tema Hari Santri tahun ini, ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’, mengingatkan kita pada semangat Resolusi Jihad 1945. Nilai-nilai perjuangan itu harus terus hidup dalam diri santri dan masyarakat,” ujar Prakoso.

Ia menambahkan, kehadiran ratusan peserta menjadi bukti semangat kolaborasi antara dunia pesantren dan lembaga negara dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila lahir dari karakter budaya dan religius bangsa Indonesia. Pembinaan ideologi tidak bisa berjalan sendiri—semua pihak, termasuk kampus seperti INSURI, harus ikut berperan membangun peradaban berlandaskan nilai Pancasila,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Prakoso mengajak seluruh peserta menjaga semangat persatuan agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia di tengah dinamika global.

INSURI dan BPIP Bersinergi: Santri sebagai Penggerak Ideologi

Rektor INSURI Asvin Abdur Rohman menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara kampusnya dengan BPIP dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional tersebut.

“Kami berterima kasih kepada BPIP atas kolaborasi ini. Kegiatan ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga penguatan ideologi bagi para santri dan mahasiswa,” ungkap Asvin.

Ia menambahkan, rangkaian peringatan Hari Santri akan berlanjut dengan jalan santai dan hiburan untuk 5.000 santri, lengkap dengan hadiah menarik mulai dari seekor sapi dari Kepala BPIP hingga beasiswa senilai Rp40 juta dari INSURI.

“Ini bentuk kepedulian kami kepada para santri yang berjuang dan mengabdi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya.

“Kami juga berharap Prof. Yudian suatu saat dapat kembali hadir untuk mengajar di INSURI,” tutup Asvin penuh harap.

Santri, Pilar Ideologi dan Peradaban Bangsa

Dalam pidato kuncinya, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi menegaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan dua momentum penting yang saling bersinergi: pembinaan ideologi Pancasila dan peringatan Hari Santri Nasional.

“Hari ini kita bertemu dalam dua momentum penting. Pertama, Pembinaan Ideologi Pancasila sebagai amanah negara agar nilai-nilai Pancasila benar-benar membumi. Kedua, peringatan Hari Santri Nasional 2025 dengan tema besar ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’,” ujar Yudian.

Menurutnya, santri memiliki peran historis dan strategis dalam menjaga ideologi bangsa.

“Santri telah memainkan peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Kini, perannya meluas ke bidang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi—semua demi mewujudkan visi menuju peradaban dunia,” jelasnya.

Prof. Yudian juga menekankan pentingnya peran INSURI Ponorogo sebagai contoh nyata sinergi antara nilai keislaman dan penguatan ideologi Pancasila di akar rumput.

“Mari kita jaga rumah besar kita, Indonesia, sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila dan diperkaya oleh keberagaman santri, pesantren, kampus, dan masyarakat,” ujarnya.

“INSURI memiliki potensi besar menjadi model sinergi antara keislaman pesantren dan pembinaan ideologi Pancasila di tataran nyata.”