Menko AHY Soroti Bandara Kertajati: Megah tapi ‘In The Middle of Nowhere’

FAZ • Wednesday, 22 Oct 2025 - 14:45 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, yang hingga kini masih minim aktivitas penerbangan.

AHY mengakui, Bandara Kertajati menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus sejak dirinya menjabat sebagai Menko Infrastruktur.

“Seperti apa Kertajati? Sepi, sepi. Iya. Tapi bagus kan? Bagus. Besar, bagus, megah, tapi In The Middle of Nowhere. Di Majalengka. Kawasan Rebana namanya,” ujar AHY di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Menurut AHY, bandara tersebut memiliki infrastruktur yang megah dan modern, namun lokasinya yang terpencil membuat konektivitas dan lalu lintas penerbangan belum optimal.

"Kita mencari solusi agar traffic bisa kembali hidup, maksudnya pesawat bisa datang ke sana dan pergi dari sana. Kita harus ciptakan sesuatu. Mungkin awalnya dulu kurang terintegrasi. Bandara dibangun, tapi konektivitasnya terhambat, sehingga nanggung,” kata AHY.

Sebagai langkah awal, kata AHY, untuk menghidupkan kembali bandara tersebut pemerintah menjalin kerja sama antara BIJB Kertajati dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. Kolaborasi tersebut akan menghadirkan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan bandara.

"Mengapa itu perlu? Paling tidak kita mulai sebelum mengembangkan menjadi aerospace park dan lain sebagainya. Dengan MRO ini, kita harapkan bisa digunakan untuk perawatan dan perbaikan pesawat, diawali dulu dengan helikopter,” jelas AHY.

AHY berharap, kehadiran fasilitas MRO dapat menjadi langkah awal untuk menarik kembali maskapai komersial beroperasi di Bandara Kertajati. 

Ia meyakini, peningkatan aktivitas di bandara juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana dan sekitarnya.

"Mudah-mudahan berikutnya nanti pesawat yang lebih besar bisa dirawat di Kertajati, sehingga tidak selalu harus ke Jakarta atau ke luar negeri. Tapi bisa dikerjakan di Kertajati," pungkas Menko AHY.