15th UOB Painting of the Year 2025, Karya Seni: Identitas Gender Melalui Sejarah dan Budaya Raih Kemenangan

AKM • Thursday, 16 Oct 2025 - 13:32 WIB
UOB Indonesia menganugerahkan penghargaan 15th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia) dari kategori *Perupa Profesional kepada Eddy Susanto (Istimewa)

Jakarta. – UOB Indonesia menganugerahkan penghargaan 15th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia) dari kategori *Perupa Profesional kepada Eddy Susanto* atas lukisannya yang berjudul “Kuasa dalam Setara”. Perupa berusia 50 tahun asal Yogyakarta ini menggambarkan eksplorasi sejarah dan budaya akan pemahaman identitas pria dan wanita di atas kulit lembu transparan, lembaran akrilik, dan pena gambar.

Terinspirasi oleh ukiran vanitas karya Willem Isaacsz van Swanenburg pada tahun 1608 dan teks filsafat Jawa Serat Sastrajendra Hayuningrat, karya seni ini memadukan alegori visual Eropa dengan kosmologi Jawa untuk mendalami bagaimana kekuasaan, kesetaraan, dan identitas saling terkait melalui lensa budaya dan sejarah. 

Eddy mengatakan karya ini merefleksikan bagaimana sejarah dan keyakinan membentuk pemahaman tentang identitas Indonesia.

"Dengan meleburkan tradisi vanitas yang merefleksikan kerapuhan hidup dengan filosofi Jawa, karya ini mengundang masyarakat untuk memaknai bagaimana konsep kekuasaan dan kesetaraan terus didefinisikan ulang dalam kesadaran budaya kita, menjadi dialog berkelanjutan melampaui perbedaan budaya dan konteks filosofi," ujarnya lepada Media,  Jakarta, Rabu (13/10).

Panel juri UOB POY (Indonesia) ke-15 terdiri dari *Dr Agung Hujatnika, Ketua Dewan Juri, Kurator Independen dan Dosen ITB*; *Alia Swastika, Kurator dan Direktur Biennale Jogja Foundation*, serta *Venus Lau, Direktur Museum MACAN* Jakarta.

Agung Hujatnika mengatakan, " Kuasa dalam Setara” menghadirkan kedalaman konsep dan ketepatan teknis yang kuat. Sang perupa menunjukkan keterampilan yang matang dalam teknik pelapisan, kolase, dan gambar detail, serta mengintegrasikan aksara Jawa yang menghadirkan refleksi kosmologis.
 

"Dengan memadukan tradisi visual Eropa dan Jawa, karya ini membangun dialog halus antara budaya, sejarah, dan keyakinan. Karya ini mencerminkan kematangan dan pemikiran mendalam sang perupa terhadap sejarah dunia, sekaligus kedekatannya dengan budaya lokal Indonesia melalui penggunaan kulit lembu yang digunakan secara tradisional sebagai materi utama seni wayang kulit," jelas Eddy.

Sebagai pemenang utama kompetisi UOB POY (Indonesia) ke-15, Eddy Susanto berhak menerima uang tunai sebesar Rp250 juta. Karya seninya akan bersaing dengan karya pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam dalam UOB Southeast Asian POY yang akan diumumkan pada 12 November 2025 di Singapura. Eddy juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam program residensi yang didukung oleh UOB.

Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan selamat kepada Eddy Susanto yang telah memenangkan penghargaan tertinggi kompetisi UOB POY ke-15 di Indonesia.

"Kami bangga bahwa UOB POY, di tahun ke-15 di Indonesia, senantiasa mendukung perkembangan seni kontemporer di Indonesia dan di kawasan regional. Dengan menyediakan wadah bagi para perupa untuk menunjukkan kreativitas mereka, kami ingin mengundang para perupa untuk berdialog bermakna dan merayakan ekspresi budaya," tuturnya.

“Kuasa dalam Setara“ merefleksikan kualitas dan kedalaman karya yang terinspirasi oleh kompetisi ini, yang mencerminkan bagaimana seni dapat menantang perspektif, menghubungkan tradisi, dan memperkaya pemahaman kita tentang masyarakat.”

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia  Giring Ganesha Djumaryo mengatakan Kompetisi UOB POY telah menunjukkan kontribusi konsisten terhadap kemajuan seni di Indonesia yang melampaui batasan geografis. Sebagai platform bagi perupa baru, UOB POY turut memperkuat ekosistem seni dan mendorong apresiasi masyarakat terhadap seni.

"Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang dan finalis UOB POY yang terus menampilkan kekayaan warisan budaya Indonesia kepada dunia. Kami berharap karya-karya yang dihasilkan dapat membangkitkan semangat kolektif untuk diapresiasi di tingkat regional dan global," tegas Wamen Garing.

Pada kategori Perupa Pendatang Baru, Muhammad Shodik, perupa 24 tahun asal Probolinggo, Jawa Timur, memenangkan 15th UOB Most Promising Artist of the Year (Indonesia) dengan karyanya yang berjudul “i am here”. Lukisan ini terinspirasi dari ikatan rentan antara sang perupa dan ayahnya yang tidak terdokumentasi, menggunakan foto, pesan, dan arsip-arsip untuk mengingat kembali ingatan, ketidakhadiran, dan koneksi transnasional. Tulisan berulang “i am here” dan gambaran halus membangkitkan ruang liminal antara kepergian dan kepulangan yang tidak menentu, menonjolkan kehadiran, kerentanan, dan hasrat manusia untuk menjembatani jarak antar batas.

UOB Indonesia akan menampilkan 48 karya finalis kompetisi 15th UOB POY (Indonesia), termasuk diantaranya delapan karya pemenang di Melting Pot, ASHTA District 8, Jakarta, lantai GF. Bermitra dengan Art Jakarta, pameran dapat dikunjungi mulai tanggal 15 hingga 30 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Para pengunjung dapat menantikan rangkaian acara inspiratif dan kreatif melalui tur pameran, art talk, dan workshop menggambar untuk anak-anak.

Karya seni pemenang kompetisi 15th UOB POY (Indonesia) adalah:*

*Kategori Established Artist*

1. UOB Painting of the Year : Eddy Sutanto dengan karya berjudul Kuasa dalam Setara 

2. Gold Winner : Aurora Arazzi dengan karya berjudul The Cold That Holds the Shadow

3. Silver Winner : Vendy Methodos dengan karya berjudul Ingatan, Ikatan, Panguripan

4. Bronze Winner : Mutiara Riswari dengan karya berjudul Ritus Tubuh

*Emerging Artist Category*

1. Most Promising Artist of the Year: Muhammad Shodik dengan karya berjudul i am here

2. Gold Winner : Chakra Narasangga dengan karya berjudul Nights II

3. Silver Winner : Dionisius Maria Caraka Ageng Wibowo dengan karya berjudul Catatan Sementara No. 01: Repetisi

4. Bronze Winner: Alliya Rahma Heriadi dengan karya berjudul Berpelukan