Turun ke Lereng Merbabu: Katanya Wayang Ini Dibuat dari Kulit Manusia?

ANP • Wednesday, 15 Oct 2025 - 08:38 WIB

JAKARTA - Dunia maya tengah dihebohkan oleh video eksplorasi dari kanal Ghost Ranger Indonesia yang menelusuri legenda kelam “Wayang Kulit Manusia.” Dalam video berdurasi hampir satu jam itu, tim Ghost Ranger mendaki Lereng Merbabu, Jawa Tengah, mengeksplorasi lokasi yang disebut menyimpan artefak wayang berbahan kulit manusia.

 Sumber: Ghost Ranger Indonesia, YouTube
Adegan pencarian malam, interaksi dengan warga sekitar, dan atmosfer sinematik menyeramkan membuat publik penasaran. Cuplikan video tersebut menembus ratusan ribu view dalam 48 jam, dan potongannya viral di TikTok, X, serta Instagram Reels.
Namun, riset akademik Otok Herum Marwoto (2012) dalam jurnal “Wayang Kulit Manusia: Antara Mitos dan Kenyataan” menegaskan bahwa semua wayang yang pernah diuji laboratorium terbukti dari kulit binatang, bukan manusia.

 Sumber: ResearchGate
Meski fakta ilmiah menolak, mitos tetap hidup di kalangan masyarakat Jawa Tengah dan Timur. Kisah tentang dalang yang “menyatu dengan bayangan” dianggap bukan sekadar horor, melainkan simbol hubungan manusia dengan sisi gelap dirinya.

“Cerita seperti ini bukan cuma soal takut, tapi soal rasa ingin tahu,” ujar Dwi Antoro, peneliti budaya UGM.
 “Wayang Kulit Manusia adalah refleksi: seberapa dalam manusia berani melihat bayangannya sendiri.”

Viral! Youtuber ini Bangkitkan Mitos Wayang Kulit Manusia — Mistis Tapi Estetik

Fenomena #WayangKulitManusia kini menghantui linimasa Gen Z. Potongan video dari Ghost Ranger Indonesia tentang ritual kuno wayang dan kisah dalang terlarang menjadi viral di TikTok dan YouTube.
 Sumber: Instagram Reel DPyJTBSkykw

Bukan sekadar serem, banyak penonton menyebut video itu “mistis tapi estetik” — menggabungkan horor, spiritualitas, dan budaya Jawa dalam gaya visual found footage khas film horor modern.
Lonjakan minat ini menunjukkan bagaimana algoritma digital mampu menghidupkan kembali mitos lama ke dalam ruang budaya populer.
Menurut Maulida Afifa Tri Fahyani dari ISI Surakarta, legenda ini dulunya bukan kisah darah dan teror, tetapi simbol spiritual tentang manusia yang mencoba memahami bayangannya sendiri.

Sumber: Repository ISI Surakarta
“FYP bukan cuma algoritma,” tulis akun @budayakita.id di TikTok.
 “Kadang, itu cara leluhur memanggil perhatian kita lewat layar.”
Berkat Ghost Ranger, generasi muda kini mengenal kembali filosofi di balik kesenian wayang — tapi lewat medium yang lebih dekat dengan mereka: layar ponsel dan konten viral.

Bikin Heboh: Mitos Wayang Kulit Manusia Dipanggil Kembali ke Dunia Nyata

Legenda Wayang Kulit Manusia kini menembus batas antara seni, kepercayaan, dan dunia digital. Dalam video viralnya, Ghost Ranger Indonesia menelusuri kisah seorang dalang yang disebut membuat wayang dari kulit manusia sebagai sarana ritual — bukan pertunjukan publik — yang konon dimainkan hanya saat malam Jumat Kliwon.
Rekaman visual mereka memadukan dokumentasi lapangan, testimoni warga, dan atmosfer spiritual yang menggugah sekaligus menakutkan. Tak heran jika penonton menganggapnya seperti menonton film dokumenter gaib asli Indonesia.

Kajian Maulida Afifa Tri Fahyani (ISI Surakarta) mencatat bahwa mitos tersebut mencerminkan spiritualitas ekstrem: keinginan manusia untuk “menyatukan diri dengan bayangan”.
 Sumber: ISI Surakarta Repository
“Wayang itu selalu dua sisi: terang dan gelap, doa dan dosa,” tutur Ki Bayu Adi Wicaksono, dalang muda asal Yogyakarta.

 “Dan mungkin itu sebabnya cerita ini tidak pernah mati.”
Kini, Ghost Ranger bukan hanya membuat konten horor — mereka membuka ruang diskusi baru tentang bagaimana mitos kuno bisa hidup kembali di tangan generasi digital.
 Antara dokumentasi dan spiritualitas, video ini membuktikan satu hal: budaya gelap bisa viral tanpa kehilangan maknanya.