MUFG dan Danamon Perkuat Literasi Keuangan Berkelanjutan Lewat Net Zero School

ANP • Monday, 13 Oct 2025 - 19:14 WIB

JAKARTA – MUFG Bank, Ltd. (“MUFG”) bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) memperkuat komitmen mereka terhadap keuangan berkelanjutan dengan menyelenggarakan program edukasi bertajuk "Net Zero School" di Jakarta pada Senin, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan global MUFG, MUFG Net Zero World (MUFG N0W), yang bertujuan untuk mendorong pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional dan bisnis.

Dalam sambutannya, Colin Chen, Head of Sustainable Finance, Asia Pacific for MUFG Bank, menjelaskan bahwa keberlanjutan telah berevolusi dari sekadar isu lingkungan menjadi bagian integral dari tata kelola perusahaan modern. Menurutnya, bisnis saat ini harus memahami konsep double materiality, yang tidak hanya mengukur dampak isu keberlanjutan terhadap kinerja finansial, tetapi juga bagaimana operasional perusahaan memengaruhi masyarakat dan lingkungan.

"Keberlanjutan kini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi dunia usaha untuk tetap relevan dan bertanggung jawab," ujar Colin Chen. Ia menambahkan bahwa dengan tren global menuju transisi energi dan dekarbonisasi, keberlanjutan telah menjadi "ladang peluang baru" bagi pertumbuhan bisnis yang inklusif dan kompetitif.

Peran Keuangan Berkelanjutan dan Peluang Inovasi

Prinsip keuangan berkelanjutan, menurut Colin Chen, adalah pendorong utama dalam mengatasi krisis iklim dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Konsep ini mencakup berbagai instrumen pembiayaan yang mempertimbangkan dampak sosial dan tata kelola yang baik, di antaranya:

  • Green Financing, untuk proyek yang berdampak positif pada lingkungan.

  • Sustainability Financing, yang mendanai proyek dengan aspek lingkungan dan sosial.

  • Social Financing, untuk proyek yang bertujuan mengatasi isu sosial.

  • Transition Finance, untuk membantu sektor yang sulit beralih (hard-to-abate sectors) memulai proses dekarbonisasi.

Selain itu, salah satu inovasi yang disoroti adalah Sustainability-Linked Financing (SLF), khususnya dalam bentuk Sustainability-Linked Loans (SLL). Instrumen ini mengaitkan kondisi pembiayaan, seperti suku bunga, dengan keberhasilan peminjam dalam mencapai target keberlanjutan yang telah disepakati. Semakin baik pencapaian target, semakin menguntungkan pula kondisi pinjamannya.

Sinergi dan Komitmen Berkelanjutan di Indonesia

Program "Net Zero School" menjadi pembuka dari rangkaian acara MUFG N0W 2025, sebuah forum thought leadership yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dalam mendukung agenda keberlanjutan di Asia Pasifik. MUFG N0W sendiri telah sukses diselenggarakan di berbagai pasar utama di Asia, termasuk Jakarta pada tahun 2024.

Dalam forum tersebut, MUFG menegaskan komitmennya dengan target emisi nol bersih untuk operasional pada 2030 dan portofolio keuangan pada 2050. MUFG juga meningkatkan komitmen pembiayaan berkelanjutan menjadi ¥100 triliun (sekitar USD640 miliar) pada tahun 2030. Di Indonesia, yang menjadi salah satu pasar ESG terbesar keempat bagi MUFG di Asia Pasifik, bank ini telah terlibat dalam penerbitan obligasi hijau dan biru serta sukuk hijau.

Sementara itu, Danamon sebagai anggota MUFG Group, juga terus memperkuat komitmennya melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), yang berfokus pada lima pilar utama: Tata Kelola, Pengembangan Kesadaran, Pembiayaan Berkelanjutan, Manajemen Tempat Kerja, dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Danamon juga telah melakukan berbagai inisiatif dekarbonisasi, seperti instalasi panel surya dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (EV).

Dengan sinergi antara MUFG dan Danamon, diharapkan program ini dapat mendorong lebih banyak nasabah korporasi untuk mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan dan mendukung upaya transisi energi Indonesia menuju target emisi nol bersih pada 2060.