18 Orang Diduga Tewas Akibat Ledakan di Pabrik Amunisi Tennessee

MUS • Saturday, 11 Oct 2025 - 19:24 WIB
Foto: Reuters

Tennessee - Sebanyak 18 orang dilaporkan hilang dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pabrik amunisi di pedesaan Tennessee, Amerika Serikat, pada Jumat (10/10).

Dikutip dari Reuters, ledakan terjadi di Accurate Energetic Systems, sekitar 60 mil (100 km) sebelah barat Nashville. Namun, hingga berita ini dirilis, pihak berwenang belum dapat memastikan jumlah pasti korban tewas.

Dalam konferensi pers, Sheriff Wilayah Humphreys, Chris Davis, mengatakan lokasi kejadian adalah "salah satu situasi paling menghancurkan yang pernah saya tangani sepanjang karier saya," dan butuh waktu untuk menyelidiki penyebab ledakan.

“Tidak akan ada penjelasan singkat untuk ini,” kata Davis, seraya menambahkan bahwa penyidik dari FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) telah berada di lokasi.

Saat diminta menjelaskan kondisi bangunan tempat ledakan terjadi, Davis mengatakan, “Tidak ada yang bisa dijelaskan. Bangunannya sudah tidak ada.”

BACA JUGA: Komisi PBB Temukan Israel Telah Lakukan Genosida di Jalur Gaza

Rekaman video udara yang ditayangkan oleh stasiun televisi WTVF menunjukkan kobaran api dan asap muncul dari puing-puing bangunan yang telah hancur. Saksi mata melaporkan bahwa ledakan tersebut terdengar dan terasa hingga beberapa mil dari lokasi, menurut laporan media lokal.

Awalnya, Davis menyebutkan ada 19 orang yang hilang, namun stasiun televisi WSMV kemudian melaporkan bahwa salah satu orang yang diduga hilang ditemukan selamat di rumah, mengutip keterangan pejabat setempat.

Perusahaan belum memberikan indikasi penyebab ledakan. Dalam pernyataannya, Accurate Energetic Systems menyampaikan, “Doa dan simpati kami untuk keluarga, rekan kerja, dan anggota komunitas yang terdampak oleh insiden ini,”

Accurate Energetic Systems mengembangkan, memproduksi, dan menyimpan bahan peledak untuk pasar militer, dirgantara, dan pembongkaran komersial, menurut situs perusahaan tersebut. Kantor pusat seluas 1.300 hektare yang terletak di Bucksnort, Tennessee, mencakup delapan bangunan produksi dan satu laboratorium kualitas.

Wali kota Wilayah Hickman, Jim Bates, mengatakan pabrik itu tidak memiliki riwayat masalah keselamatan, meskipun pada tahun 2014 pernah terjadi ledakan kecil yang menewaskan satu orang di lokasi yang sama.