Getih Ireng: Cermin Gelap dari Ketakutan dan Dendam Manusia

FAZ • Friday, 10 Oct 2025 - 16:27 WIB

“Getih Ireng” hadir menjadi salah satu film horor Indonesia yang juga menghadirkan cerita tentang santet dengan pendekatan emosional dalam keluarga yang mungkin jarang dihadirkan dalam film horor indonesia. Film yang dirilis oleh Hitmaker Studios ini diadaptasi dari thread (utas) cerita horor terseram di aplikasi X (Twitter) oleh akun @JeroPoint.

Bercerita tentang Rina (Titi Kamal) yang memulai kehidupan rumah tangganya bersama Pram (Darius Sinathrya) dan memimpikan memiliki keluarga harmonis yang bahagia. Namun, bagian awal yang terasa tenang, perlahan berubah mencekam ketika hal-hal tak masuk akal mulai terjadi terutama sejak teror ghaib mulai mengganggu dan menyerang Rani dan anak yang dikandungnya hingga keguguran.

Pram yang merupakan suami yang logis awalnya tidak percaya tentang kerisauan istrinya, sampai saat ia melihat sendiri sosok misterius yang mengganggu keluarga mereka dan menemukan kendi yang merupakan santet Getih Ireng berada di rumah mereka. Dengan bantuan Pak Narto sebagai orang pintar, mereka memulai usaha mencegah sosok menyeramkan itu kembali, dan mencari pengirim santet agar bisa mencabutnya.

Film ini menghadirkan ketegangan dengan penggunaan tone warna, sound effect dan background audio yang membuat penonton menjadi was-was. Pengambilan gambar yang dinamis membuatnya juga terasa semakin sinematik.

Meski begitu, bagi Rocky Soraya selaku produser dan Tommy Dewo sebagai sutradara merasa tertantang dengan penggambaran sosok menyeramkan tersebut, karena selain harus bisa menyentuh batas imajinasi pembaca thread, juga harus berhadapan dengan lembaga sensor film.

“Iya, Tommy minta untuk makhluknya dibuat begini, saya bilang ‘gak bisa’. Tapi dia kekeuh. Dan untungnya masih lolos sensor, ya”, guraunya dalam Press Conference Getih Ireng di Senayan City, Kamis (9/10/2025).

Rocky juga mengaku, bahwa Getih Ireng adalah cerita pertama yang dibelinya dari JeroPrint sejak lama, namun baru bisa dieksekusi dan paling meninggalkan kesan tersendiri selama kerja samanya dengan JerePoint.

Akting Titi Kamal sebagai istri yang lembut dan penyayang, Darius sebagai suami yang lebih mementingkan logika merupakan paduan yang pas. Chemistry keduanya terasa natural, membuat penonton ikut terbawa secara emosional sekaligus gemas dengan peran mereka.

Titi Kamal yang kembali disandingkan dengan Darius merasa bersyukur. Ia merasa bahwa berkat tim produksi yang teliti dengan detail kecil, menyandingkannya dengan Darius membuatnya lebih mudah membangun chemistry sebagai suami-istri. Ia juga merasa cukup tertantang dengan adegan yang harus dia  lakukan.

Darius sendiri juga merasa senang disandingkan dengan Titi karena meskipun harus syuting hingga subuh, Titi bisa menghidupkan suasana dengan candaan yang dimilkinya.

Secara keseluruhan, Getih Ireng sukses menghadirkan kengerian yang membumi dengan kisah yang mungkin bisa saja terjadi di sekitar kita. JeroPoint sebagai pemilik thread juga mengungkapkan harapannya supaya pesan betapa berbahayanya sakit hati seseorang hingga bisa menyebabkan bencana ini bisa ditangkap penonton dengan baik.