FEB UKI Ajak Generasi Muda Miliki Financial Freedom

ANP • Tuesday, 7 Oct 2025 - 14:51 WIB

Jakarta - Kelompok Studi Pasar Modal Galeri Investasi (KSPM GI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKI menghadirkan Investments Fair 2025 yang terdiri dari Seminar Cuan Melalui Invest (CUMI) dan CUMI Trading Competition. Kompetisi ini merupakan ajang simulasi trading yang menguji kemampuan analisis, strategi di pasar modal virtual sebelum terjun ke dunia nyata.

Seminar Cuan Melalui Invest ‘Financial Freedom Bukan Mimpi: Start Small, Start Now’, menghadirkan narasumber Market Development Division Indonesia Stock Exchange, Hendra Pamungkas Jovianto dan Analis Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Deva Ananda Putra, S.T., CFP.

“Dengan bijak berinvestasi maka dapat wujudkan merdeka finansial. Dana yang tidak digunakan secara aktif dan tidak dimanfaatkan untuk investasi, nilainya akan tergerus oleh inflasi. Maka sebaiknya uang diinvestasikan agar nilai growth meningkat,” ujar Analis Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Deva Ananda Putra, dalam seminar yang dilaksanakan secara hybrid di Gedung Graha William Soeryadjaya UKI Jakarta (06/10).

“Maka investasi bertujuan untuk melipatgandakan nilai uang, mencapai tujuan jangka panjang. Dan mulai dengan menyisihkan bukan menyisakan. Dapat dimulai dari investasi dengan nilai kecil yakni reksadana dan emas,” jelas Deva.

Deva Ananda Putra menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang Pasar Modal, reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan kembali dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

“Emas telah dijadikan alat investasi masa kini karena kemudahan mengakses dan saat ini dapat dibeli dengan pecahan nominal yang sangat kecil melalui produk pada lembaga keuangan,” kata Deva.

Selanjutnya Deva menjelaskan mengenai tips menghindari investasi ilegal. “Sebelum memilih produk atau layanan jasa keuangan, pastikan legal dan logis. Pastikan produk atau layanan memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Pastikan penyelenggara memiliki izin dalam menawarkan produk atau tercatat sebagai mitra pemasar,” jelasnya.

“Pastikan benefit dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan masuk akal dan tidak ada indikasi penipuan. Financial Freedom sangat erat berkaitan dengan kesehatan mental,” pungkasnya.

Narasumber selanjutnya, Market Development Division Indonesia Stock Exchange, Hendra Pamungkas Jovianto, menjelaskan mengenai investasi yang merupakan pengelolaan aset/harta sehingga dapat memberikan hasil di kemudian hari.

“Investasi dan menabung merupakan dua hal yang berbeda, menabung itu penting karena merupakan uang jaga-jaga atau dana darurat kita semua. Namun, investasi tidak kalah penting karena investasi bertujuan untuk mempersiapkan finansial kita di masa depan. Jadi misalkan mahasiswa memiliki uang jajan, tidak hanya disisihkan untuk menabung saja tetapi dapat diinvestasikan agar uang tersebut bekerja untuk kita,” jelas Hendra.

 

“Di dunia ini, tidak ada instrumen investasi yang tanpa risiko, setiap instrumen invetasi memiliki risiko tergantung dari karakteristik produknya masing-masing. Salah satunya berinvestasi dapat dilakukan di pasar modal yaitu tempat bertemunya pihak yang memerlukan dana jangka panjang dan pihak yang memerlukan investasi pada instrumen finansial, melalui instrumen Surat Berharga (efek),” tambahnya.