Tunda Dulu MBG, Pemerintah Diminta Dahulukan Mutu Pendidikan & Sekolah Gratis

AKM • Monday, 6 Oct 2025 - 07:56 WIB
Ilustrasi

Jakarta -.Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program utama Presiden Prabowo bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bagi anak-anak.  Lawyer, Writer dan Politician Didi Irawadi Syamsuddin, S.H., LL.M. menyatakan saat ini praktik di lapangan sudah menunjukkan banyak masalah: dari pengawasan dapur yang lemah hingga kasus keracunan massal yang membuat ribuan siswa masuk UGD.

“ Karena itu, langkah bijak saat ini bukan memaksakan program, melainkan menundanya sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujar Didi, dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Senin (6/10).

Didi yang juga mantan anggota DPR  3 periode ini menjelaskan penundaan bukan berarti menolak gagasan gizi. Justru ini kesempatan emas bagi pemerintah untuk memastikan desain dan pelaksanaannya benar-benar aman. 

“Namun, di tengah keterbatasan anggaran, pertanyaan mendasar muncul: apakah uang ratusan triliun itu tak lebih baik bila dialihkan ke prioritas yang lebih mendesak, yakni pendidikan gratis dan peningkatan mutu sekolah?” tanya Didi.

MBG Habiskan Rp 500 triliun Dalam 5 Tahun

Didi menjelaskan MBG diperkirakan menghabiskan Rp 500 triliun dalam 5 tahun, atau sekitar Rp 100 triliun per tahun. Bandingkan dengan kebutuhan biaya untuk benar-benar menggratiskan pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi negeri. Tambahan Rp 50–70 triliun per tahun cukup menutup semua pungutan di sekolah (seragam, buku, iuran), dan sekitar Rp 30–40 triliun per tahun bisa membebaskan seluruh mahasiswa PTN dari UKT (uang kuliah tunggal). 

“Artinya, dengan dana sebesar MBG, Indonesia bisa mewujudkan sekolah gratis total hingga kuliah—tanpa pungutan, tanpa beban keluarga,” imbuhnya.

Didi menambahkan dampaknya jauh lebih berkelanjutan. Anak-anak tidak hanya kenyang sesaat karena makan gratis, tetapi juga punya akses pendidikan bermutu, ruang kelas layak, guru sejahtera, serta buku dan laboratorium yang memadai. Dengan fondasi itu, generasi muda tumbuh bukan sekadar sehat secara jasmani, melainkan juga cerdas dan berdaya saing.

“Intinya jelas: tunda dulu MBG. Pastikan mutu pendidikan dan sekolah gratis sudah terjamin, infrastruktur sekolah diperbaiki, dan kualitas guru ditingkatkan. Setelah itu, barulah program makan bergizi bisa dijalankan dengan tenang, aman, dan tepat sasaran. Pendidikan yang kuat adalah pondasi untuk menjadi bangsa yang lebih maju,” tandasnya.