Menko AHY Tekankan Pentingnya Infrastruktur Tangguh dan Berkelanjutan Hadapi Bencana

FAZ • Wednesday, 1 Oct 2025 - 18:43 WIB

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur Indonesia yang tangguh (resilient) dan berkelanjutan (sustainable) dalam menghadapi risiko bencana alam dan krisis iklim. 

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas, Padang, Selasa (30/9).

“Indonesia dikaruniai dengan begitu banyak kemuliaan dari Allah SWT, tetapi kita juga berada di ring of fire. Artinya ada kerentanan, ada hal-hal serius yang harus kita antisipasi bersama. Oleh karena itu, building a resilient and sustainable Indonesia harus menjadi spirit dalam pembangunan bangsa ke depan,” kata AHY dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/10/2025).

Lebih lanjut, AHY menilai kesiapsiagaan masyarakat sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kesiapsiagaan harus terus dilatih melalui simulasi, serta didukung teknologi deteksi dini (early detection) dan sistem peringatan dini (early warning system).

“Dan pada akhirnya, kalaupun masih ada yang terdampak bencana, maka recovery-nya itu harus cepat dan kemudian dibangun kembali lebih baik,” jelasnya AHY.

Selain itu, Menko AHY juga mendukung rencana Universitas Andalas sebagai titik evakuasi darurat. 

Salah satu hal yang perlu disiapkan, kata dia, adalah ketersediaan logistik, terutama di kawasan rawan bencana seperti Kepulauan Mentawai.

“Mentawai misalnya, harus memiliki stockpile logistics yang diamankan dan dipelihara setiap saat. Why? Karena setiap saat bisa terjadi, dan kita harus siap dari sekarang. Unand, terima kasih—katanya sekian ratus hektare siap untuk menjadi tempat evakuasi akhir jika diperlukan. Dan ini memang harus dipersiapkan setiap saat,” ucap AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyoroti pentingnya penegakan tata ruang kota dan rehabilitasi pascabencana. Menurutnya, prinsip build back better harus dijadikan momentum untuk membangun kembali infrastruktur dengan teknologi yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.

“Tentunya pengolahan sampah, pembangunan jembatan dan jalan juga harus terus dilakukan, termasuk sanitasi air bersih dan rehabilitasi,” jelas Menko AHY.

Menutup pernyataannya, AHY menegaskan arah pembangunan infrastruktur nasional di masa mendatang tidak hanya berorientasi pada kekuatan fisik semata, tetapi juga harus ramah lingkungan, berkelanjutan, serta adaptif terhadap perubahan iklim.