Play Exercise dan Aktivitas Fisik, Upaya Tingkatkan Berat Badan Cegah Stunting

AKM • Wednesday, 1 Oct 2025 - 13:39 WIB
Tim mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Prodi Fisioterapi UI Terapkan Paly Exercise dan Akttivitas Fisik Sebagai Upaya Pencegahan Stuntting di Kelurahan Manggarai Jaksel (Istimewa)

Jakarta -  Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stunting biasanya tidak hanya memiliki tinggi badan di bawah rata-rata, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, rendahnya daya tahan tubuh, hingga kesulitan belajar saat sekolah nanti. Jika dibiarkan, dampaknya akan terus terbawa sampai dewasa, memengaruhi produktivitas kerja, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, masalah stunting masih menjadi perhatian. Penyebabnya beragam, mulai dari asupan gizi yang kurang, pola makan yang tidak seimbang, infeksi berulang, hingga minimnya aktivitas fisik terstruktur. Banyak anak yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah dengan gawai sehingga tubuh kurang bergerak dan metabolisme melambat. Padahal, dengan menerapkan play exercise dan aktivitas fisik yang tepat dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang akan berpengaruh pada berat badan , tinggi badan, dan membantu meningkatkan penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tim mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Prodi Fisioterapi Universitas Indonesia menginisiasi sebuah program pengabdian masyarakat yang menyenangkan, yaitu penerapan play exercise dan aktivitas fisik untuk meningkatkan berat badan anak sebagai upaya pencegahan stunting.Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 september 2025, Tempat pelaksanaan kegiatan berada di Posyandu Mawar RW 01 Kelurahan Manggarai ,terdapat orang tua, balita, dan kader posyandu yang antusias mengikuti acara dari awal hingga selesai.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Media, Pihak Posyandu menyambut tim pengabdi dan kegiatan pengabdian masyarakat dengan penuh rasa antusias dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Fisioterapi UI atas kepedulian dan perhatian yang diberikan.

“Ibu Agnes, Ketua PKK dan Posyandu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada mahasiswa Fisioterapi UI atas kepedulian dan perhatian yang diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi orang tua tetapi juga warga yang merasa diperhatikan dan senang dengan adanya edukasi serta pemeriksaan kesehatan. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali di masa mendatang, dengan pemberitahuan sebelumnya agar persiapan lebih matang, bahkan melibatkan lebih banyak warga selain peserta posyandu.” sambut pihak Posyandu.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara, salah satu orang tua bernama Ibu Dewi, memberikan kesan pesan dan harapan.

“Acara sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat di daerah Manggarai, anak juga mendapatkan aktivitas fisik. Beliau berharap setelah kegiatan ini masyarakat ataupun dirinya lebih memperhatikan mengenai kondisi stunting dan memberikan aktivitas fisik di rumah,” ujar Dewi dengan semangat.

Melalui program pengabdian masyarakat, tim pengabdi berharap dapat terus berkontribusi untuk mewujudkan angka terkena stunting menurun. Tim pengabdi memiliki komitmen untuk mewujudkan salah satu poin (Sustainable Development Goals) SDGs yaitu Good Health and Well Being melalu kegiatan ini.