Sebar Hoaks Soal Glory Mahasiswa AS, Big Alpha Akui Salah dan Minta Maaf

MUS • Monday, 29 Sep 2025 - 13:49 WIB

Jakarta – Media alternatif atau “homeless” Big Alpha akhirnya menarik konten viralnya tentang “Rate Aman Hotel” yang sempat menyeret nama mahasiswi Indonesia di AS, Glory Lamria. Konten tersebut sebelumnya menuding Glory menerima fasilitas menginap di hotel mewah tempat Presiden RI Prabowo Subianto dan rombongan bermalam saat kunjungan ke New York.

Dalam pernyataan resminya, Big Alpha mengakui terdapat ketidakakuratan dalam penyajian informasi.

“Beberapa waktu lalu, Big Alpha pernah mempublikasikan konten terkait topik ‘Rate Aman Hotel.’ Setelah melakukan peninjauan lebih lanjut dan menerima masukan dari berbagai pihak, kami menyadari terdapat ketidakakuratan dalam penyajian konten tersebut.

Konten tersebut telah kami tarik, dan kami memohon maaf telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak, khususnya Glory Lamria,” tulis Big Alpha di akun Instagram resminya, Senin (29/9).

Tim Big Alpha berjanji lebih berhati-hati ke depan agar kejadian serupa tidak terulang. Di keterangan gambar itu, mereka menulis: “Terima kasih atas kritik dan saran yang masuk untuk kami. We are listening and humbled.”

Glory sendiri telah angkat bicara dan membantah seluruh tuduhan.

“‘Saya sebagai mahasiswa dibriefing pemerintah untuk bicara di depan media’ – Salah. Wawancara itu terjadi spontan. Seorang jurnalis mendekati saya ketika saya berdiri bersama banyak orang di depan hotel. Tidak ada briefing. Pernyataan saya sepenuhnya pendapat pribadi, tidak mewakili pemerintah maupun pihak mana pun.”

Ia juga menegaskan tidak pernah menerima fasilitas menginap dari pemerintah.

“‘Saya menginap di hotel tersebut dibiayai pemerintah’ – Salah… Sampai saat ini, saya tidak pernah menerima satu rupiah pun uang maupun fasilitas menginap sebagaimana diberitakan.”

Glory mengaku akibat pemberitaan tersebut ia menjadi korban doxing, ujaran kebencian, hingga ancaman pembunuhan.

BACA JUGA: Pakar Puji Keberhasilan Prabowo Dorong Belanda Kembalikan 30.000 Artefak Bersejarah Indonesia

Warganet Ikut Geram

Kolom komentar Instagram Big Alpha dibanjiri kritik. Sejumlah warganet menilai Big Alpha terlalu cepat mengunggah konten sensitif tanpa menunggu klarifikasi, sehingga merugikan individu.

@dhinisastroatmodjo menulis: “Orang yang anda goreng sampe dapat ancaman pembunuhan lho.”

Akun @saholudinn pun menulis: “Kasus Glory ini @bigalphaid terlalu fomo gak nunggu dulu klarifikasi apa benar atau salah. Alhasil mba Glory dibuli bahkan diancam mau di bunh di media sosialnya. Sangat merugikan.”

@megagnesty: “Min banyakin konten edukasi keuangan di masa-masa sulit seperti sekarang… lately emg bener your page udah lebih political page rather than financial education page.”

@wimpi_wimbardi: “Big Alpha dulu adem banget, netral, dan beritanya berbobot. Sekarang? Isinya netizen emosi tapi (maaf) ilmu gak berkembang.”

@kukimine: “Semenjak Prabowo dilantik, Big Alpha sekarang gampang ke-trigger. Padahal dulu jadi akun yang nyampaikan data dengan keren.”

Beberapa warganet juga mempertanyakan aspek hukum, seperti akun @alifputracaka yang menulis: 

“Kalau media yang terdaftar pers habis minta maaf ada sidang nggak yah? Nah kalau yang seperti ini apakah tetap bisa dituntut?”