FILM Stolen Girl, Peliknya Perceraian Orang Tua dalam Konteks Isu Geopolitik

FAZ • Monday, 29 Sep 2025 - 08:13 WIB

Jenis Film : Action, Thriller, Drama
Sutradara : James Kent
Penulis : Kas Graham, Rebecca Pollock
Produser : Frida Torresblanco, Luca Matrundola, Andrea Lervolino
Production : WWPS, Voltage Pictures
Pemeran : Kate Beckinsale, Scott Eastwood
Durasi : Hampir 2 jam
Segera tayang di bioskop

Pada tahun 1993, putri dari ibu tunggal Maureen (Kate Beckinsale) bernama Amina, yang berusia 6 tahun, diculik keluar negeri oleh mantan suami, Karim. Kasus tersebut terasa sangat pelik karena Amina diambil paksa oleh bapak kandungnya sendiri.

Secara hukum, sulit menjerat pidana terhadap seorang ayah, berpergian dengan putri darah dagingnya sendiri, apalagi Karim telah membawa Amina ke luar negeri, tepatnya kampung halaman Karim di Timur Tengah.

Konflik keluarga yang mungkin banyak terjadi di sekitar kita. Maureen membawa masalahnya ke ibukota Washington, DC untuk mendapat perhatian politisi, agar membuat legislasi yang bisa mencegah penculikan oleh keluarga sendiri.

Dia berusaha berdemonstrasi di parlemen, menggalang dana, menyebarkan selebaran, termasuk secara intensif menelepon menyusuri jejak Karim sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. Amina berusaha pantang menyerah, meski uang dan tenaganya terkuras.

Setelah bertahun-tahun gagal menemukannya, Maureen bertemu dengan sebuah tim pencari anak profesional yang diculik secara internasional. Mereka berjanji akan membantu menemukan Amina sebagai imbalan dari kerjasamanya.

Berdasarkan kisa nyata, Stolen Girl mengangkat cerita yang cukup jarang diangkat ke layar lebar: penculikan anak korban perceraian dari bapak ibu yang berasal dari negara berbeda pandangan politik, dalam konteks isu kompleks geopolitik. Menangani kekerasan dalam rumah tangga di negeri sendiri saja, kadang sangatlah sulit, apalagi kasus yang dialami Amina ini.

Penonton diajak mendalami rumitnya kasus penculikan anggota keluarga secara perlahan, menguak lapis demi lapis konflik yang seru diikuti. Uniknya, persepsi penonton yang telah dibangun saat awal, perlahan runtuh bahkan berbalik 180 derajat saat akhir cerita. Sudut pandang berbeda akan menghasilkan persepsi yang lebih luas daripada sekadar apa yang kita yakini.