Peringati Hari Sungai Sedunia, Menteri LH Soroti Kondisi Sungai DKI Jakarta

FAZ • Saturday, 27 Sep 2025 - 11:05 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menyebut seluruh sungai di wilayah DKI Jakarta saat ini tidak ada yang layak digunakan. 

Ia menegaskan, kondisi pencemaran sungai semakin parah dan butuh langkah segera dari pemerintah daerah maupun kementerian terkait.

“Tidak ada satu sungai pun yang layak untuk manusia di DKI Jakarta dan kita masih diam saja,” ujar Hanif dalam kegiatan Gerakan Bersih Sungai Cipinang di Kantor KLH, Jakarta Timur, Sabtu (27/9/2025).

Hanif menjelaskan, hasil pemantauan mutu air semester pertama 2025 pada 4.480 lokasi di 1.480 sungai menunjukkan 70,70 persen sungai tercemar sedang, sementara hanya 29,30 persen yang masih memiliki mutu memadai, umumnya di kawasan hulu.

Ia menilai lemahnya perencanaan memperburuk kondisi sungai di kota-kota besar. Padahal, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 mewajibkan penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Sungai (RPPMA).

“RPPMA sejatinya sudah diwajibkan sejak Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Namun, sampai saat ini baru empat rencana yang tersusun di tingkat kementerian. Ini yang memperparah kondisi sungai kita,” ujarnya.

Hanif menjelaskan, pencemaran sungai bersumber dari limbah industri dan limbah domestik rumah tangga. Penegakan hukum lingkungan, kata dia, harus ditegakkan tanpa mengorbankan aspek kesehatan masyarakat.

“Hari ini sebagian sungai kita masih menjadi tempat pembuangan limbah industri. Tidak mudah melakukan penertiban karena selalu dibenturkan dengan kepentingan ekonomi dan tenaga kerja,” jelas Hanif.

Dalam momentum Hari Sungai Sedunia, Hanif mendorong pemerintah daerah dan kementerian terkait segera menyusun RPPMA serta memperbanyak instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.

“Ini menjadi tantangan saya. Ini Sungai Cipinang kecil di kaki kita, masa sih nggak bisa bersih,” pungkasnya.