
JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama PT Jasa Marga Tbk (Persero) meresmikan Travoy Hub, yakni sebuah Tempat Istirahat Pengembang (TIP) yang mengusung konsep Toll Corridor Development (TCD). Lokasi tersebut berada di Stasiun LRT Taman Mini, terintegrasi dengan rest area KM 05 Tol Jagorawi, dan diharapkan menjadi pusat bisnis baru.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa Travoy Hub merupakan cikal bakal pengembangan Transit Oriented Development (TOD) yang semakin baik.
Ia menyebut, bahwa proyek ini menyatukan rest area dengan stasiun LRT dan fasilitas transportasi umum lainnya.
"Kami tentunya senang menjadi satu bagian tidak terpisahkan dari acara peresmian yang disebut sebagai konsep TCD di rest area pengembangan KM 05 Jagorawi. Ini merupakan cikal bakal atau satu kesatuan konsep TOD yang saat ini kita coba terus kembangkan," kata AHY dalam paparannya di Travoy Hub, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).
Lebih lanjut, AHY menjelaskan, Travoy Hub tidak hanya mengintegrasikan layanan transportasi umum, tetapi juga berbagai fungsi pendukung lainnya.
"Apa yang dihadirkan oleh Travoy Hub ini di sebuah lokasi yang sudah exist sebelumnya, dikembangkan dengan berbagai fungsi, utamanya tentu sebagai hub tadi ada park and drive. Jadi orang bisa membawa kendaraan pribadi, parkir di sini, lebih aman," lanjutnya.
Travoy Hub, kata AHY, adalah salah satu contoh kawasan integrasi multimoda yang mencerminkan kota modern. Ia menyebut bahwa pengembangan ini akan terus berlanjut ke depan.
"Kawasan ini semakin memudahkan para pengguna transportasi publik, mengurangi waktu secara signifikan, lebih efisien karena kita tentunya lebih murah menggunakan transportasi publik, mengurangi emisi karbon," jelasnya.
Lebih jauh, AHY menekankan bahwa keberadaan Travoy Hub sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan masyarakat.
“Ketika semakin banyak masyarakat tinggal di perkotaan sesuai dengan prediksi urbanisasi global maupun nasional maka kota-kota termasuk di kawasan Jabodetabek ini harus semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan perhubungan atau transportasi yang dikaitkan dengan dukungan infrastruktur berasal yang memadai,” tutur AHY.