Menyulap Ruang Sisa Kota Jadi Oase Hijau: Kisah Sukses Urban Farming di Palmerah

MUS • Monday, 22 Sep 2025 - 12:16 WIB
Foto: Istimewa

Jakarta – Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, sebuah inisiatif menarik telah mengubah ruang-ruang terbengkalai menjadi sumber kehidupan dan kebersamaan. Di RW 02 Palmerah, Jakarta Barat, kolaborasi apik antara warga, akademisi, dan pemerintah berhasil menyulap ruang sisa kota menjadi taman aktif dan lahan urban farming yang produktif.

Dinamakan "Ruang Residu Sebagai Solusi Hijau," program ini menjawab tantangan terbatasnya ruang terbuka hijau dan potensi ekonomi warga. 

Dengan teknik hidroponik NFT (Nutrient Film Technique), lahan sempit diubah menjadi kebun sayur organik yang menghasilkan beragam komoditas bernilai gizi tinggi. Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pada tahun 2025.

Namun, lebih dari sekadar menghasilkan pangan, program ini menjadi wadah bagi warga untuk berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan berkreasi. Kelompok ibu-ibu Dasawisma menjadi motor penggerak, terlibat aktif dalam perencanaan, penanaman, hingga pemasaran hasil panen. 

"Awalnya kami hanya ibu rumah tangga biasa. Tapi, setelah ikut program ini, kami jadi punya keterampilan baru, penghasilan tambahan, dan yang paling penting, lingkungan yang lebih sehat dan asri," ujar Ibu Supriyati, salah seorang peserta program.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan Universitas Mercu Buana sebagai tim pelaksana. Para akademisi memberikan pelatihan, pendampingan, dan teknologi tepat guna, seperti sistem irigasi hemat air dan aplikasi digital untuk manajemen kebun.

"Kami berharap, model ini dapat direplikasi di wilayah lain. Kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan kota yang berkelanjutan dan berpihak pada warganya," jelas Diana Ayudya, ketua tim pelaksana dari Universitas Mercu Buana.

Kisah sukses di Palmerah ini membuktikan bahwa ruang sisa kota punya potensi besar untuk diubah menjadi aset berharga. Dengan sentuhan kreativitas, kolaborasi, dan teknologi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan sejahtera bagi semua.