
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi sampah dari hulu adalah kunci keberhasilan Indonesia mencapai target pengurangan sampah nasional. Ia menilai, krisis sampah tidak bisa lagi ditangani di hilir.
“Kita tidak bisa lagi menutup mata dengan adanya TPS liar. Pemerintah daerah harus tegas menertibkan dan masyarakat perlu sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Beban TPA sudah sangat berat, karena itu sampah harus dikurangi dari hulu,” ucap Hanif dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, Menteri Hanif memimpin aksi bersih-bersih di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu (20/9). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan World Cleanup Day 2025, yang dirayakan serentak di lebih dari 190 negara.
Hanif menjelaskan, aksi tersebut menjadi sarana peningkatan kapasitas publik dalam mengelola sampah.
Menurutnya, World Cleanup Day bukan sekadar memungut sampah sehari, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mengubah kebiasaan.
“Dari hal kecil seperti memilah sampah di rumah, dampaknya akan besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Hanif.
Lebih lanjut, Hanif menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong penerapan ekonomi sirkular, tanggung jawab produsen melalui Extended Producer Responsibility (EPR), serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Ia menilai, disiplin mengelola sampah sejak dari rumah akan meringankan beban TPA, menciptakan lingkungan lebih sehat, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Aksi bersih-bersih hanyalah langkah awal, yang terpenting adalah konsistensi menjalankan kebiasaan baik setiap hari,” jelas Hanif.
Partisipasi masyarakat Desa Terate, mulai dari aparat desa, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga warga, menjadi bukti nyata kekuatan gerakan bersama. Mereka bergotong royong membersihkan pembuangan liar yang selama ini dikeluhkan warga.
Kehadiran Menteri LH di lokasi memberi dorongan moral bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan kolektif lintas sektor.
Melalui peringatan World Cleanup Day 2025, pemerintah menegaskan kembali target pengurangan sampah plastik di laut hingga 70 persen pada 2025. Aksi di Serang, kata Hanif menjadi contoh bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di lapangan.
”Gerakan bersih-bersih tidak boleh berhenti di satu hari, melainkan menjadi kebiasaan bersama demi mewariskan lingkungan sehat dan lestari bagi generasi mendatang," pungkas Hanif.