Film A Big Bold Beautiful Journey, Sebuah Pintu Menuju Cinta, Luka, dan Harapan Baru

FAZ • Saturday, 20 Sep 2025 - 13:02 WIB
Jakarta – Apa jadinya jika sebuah pintu bisa membawa kita kembali ke masa lalu, menghadapi kenangan yang mungkin ingin kita lupakan, atau justru kesempatan untuk memperbaikinya? Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari film terbaru garapan Kogonada, A Big Bold Beautiful Journey, yang memasangkan Margot Robbie dan Colin Farrell dalam sebuah kisah romantis dengan sentuhan fantasi penuh keajaiban.
 
A Big Bold Beautiful Journey ini mengisahkan Sarah (Margot Robbie) dan David (Colin Farrell), dua orang asing yang bertemu di sebuah pesta pernikahan. Takdir kemudian menuntun mereka memasuki serangkaian pintu misterius yang membawa keduanya ke momen-momen penting dari masa lalu masing-masing. Dari pengalaman itu, mereka bukan hanya melihat ulang perjalanan hidupnya, tapi juga menemukan cara untuk membuka hati terhadap cinta dan masa depan yang baru.
 
Kekuatan A Big Bold Beautiful Journey terletak pada penyutradaraan Kogonada yang puitis. Ia menggunakan metafora “pintu” sebagai simbol pilihan, kesempatan, dan kerentanan manusia. Visual A Big Bold Beautiful Journey terasa magis namun tetap membumi memadukan fantasi dengan pengalaman sehari-hari yang akrab. Ditambah lagi, musik dari Joe Hisaishi (komposer legendaris Studio Ghibli) benar-benar memberi nyawa, membuat setiap adegan terasa emosional dan melankolis sekaligus penuh harapan.
 
Chemistry Robbie dan Farrell menjadi sorotan utama. Adegan-adegan sederhana seperti tatapan mata atau senyuman kecil terasa begitu dalam, seakan kita menyaksikan percikan cinta yang lahir di tengah luka lama. Robbie menampilkan sosok Sarah yang kuat namun rapuh, sementara Farrell berhasil menghidupkan David yang tersesat tapi penuh kerinduan akan cinta sejati.
 
Secara pribadi, saya merasa A Big Bold Beautiful Journey adalah film yang berhasil menggabungkan kisah romantis klasik dengan pendekatan visual dan narasi yang segar. Ia mengingatkan bahwa setiap orang punya pintu masa lalu yang mungkin ingin ditutup rapat, tapi keberanian untuk membukanya justru bisa membawa kita menemukan siapa diri kita sebenarnya.
 
Namun, A Big Bold Beautiful Journey bukan untuk semua orang. Ritmenya tenang, kadang cenderung meditatif, sehingga penonton yang terbiasa dengan film romansa ringan bisa merasa lambat. Tapi justru di situlah keindahannya, A Big Bold Beautiful Journey mengajak kita berhenti sejenak, menatap ke dalam diri, sambil ikut terseret dalam perjalanan emosional Sarah dan David.
 
A Big Bold Beautiful Journey bukan sekadar film romansa fantasi, tapi juga refleksi tentang luka, pengampunan, dan kesempatan kedua. Bagi saya, ini adalah salah satu film yang paling menyentuh hati tahun ini, sebuah pengalaman menonton yang lebih mirip perjalanan spiritual ketimbang sekadar hiburan layar lebar.