Dies Natalis ke-7 Fakultas Vokasi UKI, Direktur Belmawa Kemendiktisaintek RI: Perguruan Tinggi Perkuat SDM Unggul untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

ANP • Friday, 19 Sep 2025 - 09:46 WIB

Jakarta – Perguruan Tinggi berperan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat Sumber Daya Manusia dan sebagai pusat riset yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha dunia industri.

Hal ini diungkapkan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) RI, Dr. Beny Bandanadjaja, pada Seminar Nasional bertema ‘Penguatan Sinergi Triple Helix: Pendidikan Vokasi, Dunia Industri dan Pemerintah untuk Lulusan Unggul dan Tangguh Menuju Indonesia Emas.’

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-7 Fakultas Vokasi UKI, pada Kamis, 18 September 2025 di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Jakarta.

Kemendiktisaintek saat ini sedang mematangkan program magang nasional bergaji yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan maksimal satu tahun kelulusan atau fresh graduate.

“Program magang ini untuk para lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi. Diharapkan bisa dimulai pada Oktober 2025. Kami masih berkoordinasi dan sudah ada arahan dari Menteri untuk berkomunikasi dengan Kementerian Tenaga Kerja. Jadi Kementerian Tenaga Kerja yang akan mengelola program magang fresh graduate ini. Kami akan mendukung dari sisi data-data terkait lulusan yang akan mendaftar di program tersebut, karena syaratnya adalah lulusan baru  atau maksimum 1 tahun setelah lulus,” ujar Doktor Beny.

“Kementerian Tenaga Kerja memiliki platform SIAPKerja, perusahaan bisa mendaftar ke platform tersebut, tentu dengan syarat tertentu untuk bisa menjadi penyelenggara magang bagi program ini. Kami masih berkoordinasi oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk syarat ketentuannya, nanti akan dimunculkan nama perusahaannya. Lalu peserta bisa memilih perusahannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa Lado Purab, mengutarakan bahwa Fakultas Vokasi perlu bermitra dengan pemerintah sebagai regulator dan dunia usaha dunia industri sebagai penyerapan lulusan.

“Supaya lulusan bisa terserap dengan baik maka sejak dari awal pendidikan vokasi, kurikulumnya harus menyentuh kebutuhan. Melibatkan pelaku bisnis Dunia Usaha Dunia Industri mulai dari awal sejak penyusunan visi misi, sampai proses penyusunan kurikulum dan pembelajaran. Kami menghadirkan pelaku bisnis dan Dunia Usaha Dunia Industri ke kampus untuk memberikan kuliah atau seminar nasional seperti hari ini. Kurikulumnya terdistribusi 40 % teori, 60 % praktik,” tutur Doktor Maksimus.

“Dengan berkembangnya peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia maka tentu yang diharapkan adalah tenaga siap pakai. Skill siap pakai dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan maka perekonomian Indonesia akan bertumbuh. Tenaga lulusan Vokasi dibutuhkan Dunia Usaha Dunia Industri sehingga penyerapan tenaga kerja sesuai kompetensinya,” tambahnya.

Fakultas Vokasi UKI memiliki 4 program studi yakni Keperawatan, Manajemen pajak, Analisis Keuangan dan Fisioterapi. “Kedepannya kami akan melihat kebutuhan dunia usaha terkait disiplin ilmu bidang mana untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di dalam negeri dan luar negeri. Lulusan Vokasi UKI sudah terserap baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Mengenai Program Magang Bersertifikat, Doktor Maksimus menjelaskan bahwa sudah banyak mahasiswa Fakultas Vokasi UKI yang terlibat. “Kami sangat mendukung program magang bersertifikat yang sebenarnya sudah ada sejak lama dan diperbaharui oleh pemerintah agar tepat sasaran,” tambahnya.

Rangkaian Seminar Nasional Fakultas Vokasi UKI

Dalam rangka Dies Natalis ke- 7 Fakultas Vokasi UKI menyelenggarakan seminar nasional  menghadirkan narasumber antara lain Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik ; Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan, Jimmy Ardianto ; Ketua Umum Perbarindo, Tedy Alamsyah ; Head of Operation PT Crif Lembaga Informasi Keuangan, Iwan Kurniawan ; Vice President Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek RI, Dr. Beny Bandanadjaja,S.T., M.T; Pakar Keperawatan Jiwa, Prof. Budi Anna Keliat; serta akademisi Prodi Fisioterapi UKI, Dr. Citra Puspa Juwita.

Dalam kegiatan ini diselenggarakan juga final lomba BPR VOKUKI 2025. Final Lomba BPRVOKUKI 2025 untuk kategori cerdas cermat, grooming dan vocal bagi SMA/SMK dan Perguruan Tinggi/universitas di tingkat nasional.