
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Ahmad Dofiri Menjadi Penasehat Khusus Presiden bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian.
Anggota Dewan Perwakilam Daerah (DPD) RI Abdul Rachman Thaha menilai pemgangkatan Ahmad Dofiri sudah tepat karena memiliki kemampuan, kapabilitas dan komitemwn yang kuat
“Saya menilai Ahmad Dofiri mempunyai kemampuan dalam hal menanggani Kamtibmas, apalagi tentang Reformasi Kepolisian ini sungguh tepat. Ahmad Dofiri juga mempunyai komitment dalam dua hal tersebut, apalagi Integritas beliau tidak perlu di ragukan lagi,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab di sapa ART kepada Media, Jakarta , Jum’at (19/9).
Menurut ART, rekam jejak Ahmad Dofiri di Kepolisian merupakan perahi Adhymakayasa dan percaya beliau itu tidak punya catatan yang aneh selama berdinas.
“Dan ini merupakan kesempatan atau momentum bagi Pak Ahmad Dofiri untuk mengkuliti Reformasi Kepolisian, beliau sangat paham, dan saya banyak berdiskusi sama Ahmad Dofiri di saat menjabat Kabaintelkam.,” kata ART, Senator dapil Sulawesi Tengah ini.
ART mengingatkan bahwa reformasi di kepolisian merupakan Respon atas Realitas sejak Reformasi tahun 1998.
“Polri sudah dilakukan Reformasi Struktural yang dimana pemisahan institusi kelembagaan antara TNI dan Polri, jadi jangan hanya reformasi Struktural tapi yang paling terpenting adalah institusi Reformasi Kultural, tentunya masalah kultural ke dalam internal Polri,” sebut ART.
ART yang juga Sekjen Laskar Merah Putih mengungkapkan, lemahnya reformasi selama ini terletak di Reformasi Kultural yang memiliki akibat Yaitu:,
1. Masih terlibat Anggota Polri dalam ranah atau ruang-ruang Politik ikut cawe-cawean akibatnya ada image Partai Coklat
2. Akuntabilitas kinerja Polri ini masih diragukan.
3. Masih adanya backing berbagai usaha sumber daya Alam di negeri kita sendiri. Yang pada akhirnya menimbulkan berbagai bencana alam didaerah pada akhirnya rakyat yang merasakan.
4. Adanya Praktek-praktek bayaran saat mau sekolah para bintara bahkan bagi para perwira sekalipun dan bahkan jual beli jabatan juga.
“Tentunya Saya menganggap bahwa Reformasi Kultural ini sangat utama dalam internal Polri itu sendiri, jangan sampai aspek Reformasi kultural ini akan Gagal,” tegasnya.
ART meminta, Ahmad Dofiri harus berani ambil sikap terhadap Reformasi Kultural, tentunya kita tidak menyalahkan institusi polri itu sendiri, tetapi keseriusan yang utama masalah agenda bangsa ini Reformasi institusi Polri.
“ Niat Presiden Prabowo sangat baik terhadap negeri ini sehingga institusi Kepolisian ini sebagai simbol Negara Demokrasi,” tandasnya.