
Jakarta - Layanan digital untuk masyarakat desa sangat dibutuhkan agar pelayanan lebih cepat dan tepat. Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Budi Luhur memilih Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang menjadi rintisan desa digital. Sejumlah perangkat desa dan 20 kader RT Desa Wanagiri pun mendapatkan pendampingan kegiatan literasi digital untuk meningkatkan pelayanan publik. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diadakan di Desa Wanagiri (10/9/2025).
Desa Wanagiri dipilih menjadi rintisan desa digital lantaran, masih menghadapi dua kendala yang belum terselesaikan. Pertama, kemampuan kader RT Desa Wanagiri dalam literasi digital belum optimal. Kedua, website desa (http://wanagiri-saketi.id/) dan sistem administrasi yang ada juga belum dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Desa Wanagiri, Solihin, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia mengakui, website desa Wanagiri masih belum maksimal.
“Kami berharap kegiatan tim pengabdian Universitas Budi Luhur ini dapat memotivasi perangkat desa serta para kader RT untuk mengelola website lebih maksimal lagi. Bisa bila memungkinkan Desa Wanagiri bisa menjadi salah satu desa digital di Pandeglang,” harap Solihin.
Ia menambahkan, website desa merupakan bagian dari sistem administrasi untuk mendukung tertib pemerintahan di Desa Wanagiri. Sistem administrasi desa harus terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sedangkan Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Wanagiri, Syihabudin, menjelaskan, kader RT belum memiliki keahlian yang memadai untuk mengisi informasi pada website. Meski Kader RT sebenarnya sudah mampu mencari data dan informasi tentang potensi Desa Wanagiri, namun belum mampu mengemas menjadi informasi yang baik dan layak dipublikasikan di website Desa Wanagiri.
“Dampaknya, website desa yang sudah ada belum dapat berfungsi sebagai media informasi dan publikasi bagi masyarakat luas,” tukas Syihabudin.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Wanagiri, Cacu Nursamsu. Menurut dia, kader RT masih perlu pendampingan dan pelatihan sehingga bisa dan terbiasa menggunakan teknologi informasi seperti smartphone. Kader RT masih harus belajar lebih intens dan memahami cara kerja sistem ini dengan baik, sehingga dapat meyakinkan masyarakat Desa Wanagiri dengan kemudahan pelayanan yang dirasakan.
“Hambatan lain terkait sistem administrasi dan website ini, antara lain sinyal kurang kuat, kapasitas server pun kurang besar. Termasuk kebutuhan alat pemindai (scanner) untuk melakukan digitalisasi dokumen desa masih kurang,” ungkap Cacu.
Sedangkan Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur, Samsinar menyatakan, sistem administrasi desa yang dikembangkan Tim Pengabdian Universitas Budi Luhur bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kebutuhan layanan administrasi seperti mutasi kependudukan, administrasi persuratan keperluan warga, sudah tersedia dalam sistem ini. Namun sampai saat ini sistem administrasi Desa Wanagiri belum diimplementasikan dengan maksimal,” jelas Samsinar.
Samsinar menambahkan, Desa Wanagiri telah memiliki website desa dan Sistem Administrasi Pemerintahan Desa bernama SADEWA. Hal yang sama pernah dilakukan di desa berbeda di Pandeglang yaitu Desa Waringin Kurung, Cimanggu. Instrumen teknologi yang dirancang tim pengabdian Universitas Budi Luhur diharapkan dapat mengefisienkan layanan administrasi desa secara mudah.
‘’Keberadaan website desa diharapkan menjadi ruang untuk menginformasikan potensi desa seperti sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya. Desa ini memiliki visi ke depan untuk menjadi desa digital,’’ ujar Samsinar.
Samsinar menanbahkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk hibah yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (1041/LL3/DT.06.01/2025). Ia berharap para kader RT yang sudah mendapat pelatihan cara mengelola website dapat mendukung kelancaran pelayanan kependudukan di Desa Wanagiri. Nantinya, kecakapan mengelola website akan berdampak pada meningkatnya kepuasan masyarakat Desa Wanagari atas pelayanan kependudukan.
Bila website desa bisa dioptimalkan Samsinar optimitis akan mempercepat perkembangan desa tersebut. Desa Wanagiri meliputi Kampung Sawah, Kampung Mendot, Kampung Cibilur, dan Kampung Popojok. Desa Wanagiri memiliki 12 RT dan 4 RW. Dimana di Desa Wanagiri ini memiliki luas wilayah 594,50 Ha, terdiri dari 176,50 Ha tanah sawah, 226,00 Ha tanah kering, 170,00 Ha ladang, 56,00 Ha pemukiman, 190,00 Ha perkebunan, dan 2,00 Ha fasilitas umum.
Ditambah lagi adanya potensi pertanian dan perkebunan yang luas menghasilkan komoditas padi, palawija, durian, cengkih, kelapa, melinjo, pisang, jengkol, pete, mangga, manggis. Termasuk tanaman empon-empon yang tumbuh subur di sekitar pekarangan warga.