KKP Bangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih, Serap 27 Ribu Tenaga Kerja

FAZ • Monday, 15 Sep 2025 - 16:33 WIB

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2025 akan mampu menciptakan 7.000 lapangan kerja permanen dan 20.000 lapangan kerja temporer di seluruh Indonesia.

Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP, Mahrus, mengatakan program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas lapangan pekerjaan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

“Setiap satu kampung nelayan ditargetkan bisa menciptakan 700 lapangan kerja. Dengan target 100 kampung, maka tahun 2025 diharapkan tercipta 7.000 lapangan kerja permanen baru,” kata Mahrus dalam konferensi pers Kampung Nelayan Merah Putih di kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

Menurut Mahrus, lapangan kerja permanen terbagi menjadi 2.000 tenaga kerja nelayan dan 5.000 tenaga operasional. Selain itu, proses pembangunan kampung nelayan juga akan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja konstruksi secara temporer.

“Pada tahap awal sudah ada 65 kontrak pekerjaan konstruksi yang melibatkan tukang, mandor, teknisi, hingga buruh. Ini akan membuka peluang kerja tambahan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Mahrus menambahkan, pemerintah akan menyediakan kapal perikanan di setiap kampung nelayan untuk meningkatkan aktivitas penangkapan ikan. Setiap lokasi juga akan dilengkapi dengan sarana pendukung produksi dan distribusi hasil laut.

Berbagai infrastruktur yang dibangun antara lain Fasilitas Pendaratan Ikan, Bengkel Nelayan, Docking Kapal, Kios Perbekalan, Pabrik Es, Gudang Beku Portable, hingga SPBUN. Selain itu, fasilitas umum seperti tempat ibadah, toilet umum, hingga area parkir juga akan tersedia.

“Ketika sarana dan prasarana produksi sudah dihadirkan, tentu akan ada tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas tersebut,” jelas Mahrus.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir dengan menciptakan pusat produksi, distribusi, hingga lini bisnis baru.

“Dengan adanya kampung nelayan, bukan hanya nelayan eksisting yang terbantu, tapi juga tenaga kerja baru bisa ikut terlibat. Ini langkah strategis menghadirkan kemandirian ekonomi di kawasan pesisir,” pungkas Mahrus.