Ikatan Alumni Tiga Kampus Terbaik dan Tiga Pionir Sekolah Bisnis di Indonesia Berkumpul di Prasetiya Mulya Cilandak

FAZ • Monday, 15 Sep 2025 - 14:03 WIB

Jakarta – Ikatan Alumni Prasetiya Mulya (IKA PRASMUL) memasuki era baru dengan melantik pengurus periode 2025-2029 pada Jumat, 12 September 2025 di Activity Hall Gedung 2, Kampus Prasetiya Mulya Cilandak. Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Noer Hassan Wirajuda, S.H., M.A.LD, LL.M, GCrS, Ketua Umum IKA PRASMUL periode 2025-2029, Edy Sutrisman, dan Ketua Umum IKA PRASMUL Periode 2020-2025, Maspiyono.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh para ketua umum ikatan alumni universitas terkemuka di Indonesia, antara lain Ketua Umum ILUNI UI, Pramudya Azhar Oktavinanda, Ketua Umum IA ITB, Agustin Peranginangin, Wakil Ketua Umum KAGAMA, Didik Purwadi, Ketua Umum IKA PPM, David Chandrawan, serta Ketua Umum IA IPMI, Eka Sri Dana Afriza.

Ketua Umum IKA PRASMUL periode 2025-2029, Edy Sutrisman (alumni MMSM 47), menegaskan komitmennya untuk menjadikan IKA PRASMUL sebagai perekat sinergi antara alumni, mahasiswa, almamater, dan masyarakat luas.

“IKA PRASMUL bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga platform kontribusi nyata bagi bangsa. Dengan lebih dari 17.000 alumni yang tersebar di Indonesia maupun mancanegara, kami siap menghadirkan gagasan, kolaborasi, dan kompetensi terbaik untuk membawa Indonesia semakin maju,” ujar Edy.

Guna mewujudkan komitmen tersebut, berbagai program strategis telah disiapkan. Mulai dari business matching untuk kewirausahaan alumni, mentoring lintas generasi melalui Prasmulyan Buddy, hingga pembukaan akses magang dan karier bagi mahasiswa di jejaring perusahaan alumni.

Ketua Umum IKA PRASMUL periode sebelumya, Maspiyono, mendukung transisi kepemimpinan ini dengan menekankan kesinambungan kepemimpinan.

“Estafet kepemimpinan ini bukan akhir, melainkan awal sinergi yang lebih besar. Saya percaya kepengurusan baru akan memperluas kontribusi alumni Prasetiya Mulya untuk bangsa,” tambah Maspiyono.

*Identitas Baru Ikatan Alumni Universitas Prasetiya Mulya*

Dalam acara pelantikan ini, IKA PRASMUL juga meluncurkan identitas baru berupa nama organisasi, logo, dan tagline. Momentum ini menegaskan komitmen alumni Prasetiya Mulya untuk berperan lebih besar sebagai komunitas profesional yang kredibel dan adaptif di tengah tantangan bangsa.

Nama organisasi yang semula disebut IKAPRAMA diubah menjadi IKA PRASMUL. Perubahan ini dipilih agar lebih sederhana, mudah diingat, dan terdengar lebih akrab di telinga seluruh alumni. Nama baru ini mencerminkan semangat keterhubungan yang lebih erat serta menjadikan IKA PRASMUL semakin relevan sebagai wadah strategis alumni di era modern.

Logo terbaru IKA PRASMUL menampilkan desain modern yang mencerminkan keterhubungan, sinergi, dan gerak maju. Garis dan bentuk dinamis melambangkan semangat kolaborasi lintas generasi, sementara pilihan warna merepresentasikan kredibilitas, optimisme, dan keberanian alumni Prasmul dalam menghadapi tantangan zaman.

Tagline barunya yakni “Empowering Alumni, Enabling Impact” menegaskan misi alumni sebagai agen perubahan yang menghadirkan kontribusi nyata, tidak hanya bagi komunitas internal, tetapi juga bagi bangsa dan dunia.

*Komitmen IKA PRASMUL Perkuat Kiprah Alumni di Kancah Nasional dan Global*

Saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat yang melemah, tingkat pengangguran tinggi, hingga ketidaksetaraan akses pendidikan. Berdasarkan hal tersebut IKA PRASMUL berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi dari setiap tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya sekaligus tokoh diplomasi internasional Indonesia, Dr. Noer Hassan Wirajuda, S.H., M.A.LD, LL.M, GCrS, percaya bahwa IKA PRASMUL dapat membantu menghadirkan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Bangsa ini tengah menghadapi berbagai tantangan – mulai dari ekonomi, sosial, hingga geopolitik. Peran alumni Prasetiya Mulya sebagai profesional dan pemimpin di berbagai sektor sangatlah strategis. Melalui integritas, jejaring global, dan kompetensi yang dimiliki, saya percaya IKA PRASMUL akan menjadi mitra bangsa dalam mencari solusi dan membawa Indonesia ke level yang lebih maju di kancah internasional,” ujar Noer Hassan.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kiprah IKA PRASMUL tidak hanya penting bagi komunitas internal alumni, tetapi juga berkontribusi nyata bagi Indonesia di level nasional dan global.

Tentang IKA PRASMUL dan Universitas Prasetiya Mulya
Ikatan Alumni Universitas Prasetiya Mulya (IKA PRASMUL) berdiri sejak 28 Oktober 1983, berawal dari komunitas Management Development Club (MDC). Kini, IKA PRASMUL menjadi wadah strategis bagi para alumni untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial maupun profesional.

Berbagai program rutin digelar untuk memperkuat peran alumni, mulai dari Inspiring Talk, Leadership Forum, alumni sharing di kelas magister, hingga peran alumni sebagai mentor, pembicara, dan penguji rencana bisnis mahasiswa. IKA PRASMUL juga menaungi lebih dari 30 Shared Interest Group (SIG) yang terkelompok dalam empat kategori besar: Profesi, Kewirausahaan, Olahraga, dan Lifestyle. Selain itu, sejumlah komunitas aktif seperti Persatuan Golf Prasetiya Mulya (PGPM) dan CEO Club terus memperkuat ikatan antar alumni melalui kegiatan bulanan.

Di dunia bisnis, alumni Prasmul telah melahirkan berbagai brand sukses dan berpengaruh, antara lain Lexus Indonesia, Vivere, Shabu Hachi, Puyo Silky Dessert, Kopi Tuku, Barberbox, SMITH, BLP Beauty, Rollover Reaction, Darahkubiru, Claryn the Label, Fore Coffee, Sunyi House of Coffee & Hope, HALE Fine Shoes, Wakacao, Nasi Peda Pelangi, dan Katadata. Lebih dari 7.000 alumni program MBA dan MM telah diluluskan—jumlah terbanyak di Indonesia—dan kini banyak di antaranya menduduki posisi strategis di pemerintahan, BUMN, perusahaan swasta, maupun korporasi global.

Universitas Prasetiya Mulya sendiri telah berdiri selama 43 tahun dan dikenal sebagai pionir pendidikan bisnis di Indonesia. Saat ini, universitas ini menaungi tiga sekolah, yaitu School of Business and Economics, School of STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), serta School of Law and International Studies.