
Jakarta - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) DKI Jakarta mengajak PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam upaya menjaga kedamaian dan persatuan bangsa. Kolaborasi antara elemen masyarakat sipil dengan dunia usaha dinilai penting agar tercipta kekuatan kolektif dalam membangun suasana kondusif di ibu kota.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PW IKA PMII DKI Jakarta menggelar Aksi Simpatik 1000 Bunga untuk Indonesia pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di Posko Damai, Jl. Kramat Raya, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan aktivis, alumni, serta simpatisan yang peduli terhadap masa depan demokrasi dan persatuan bangsa.
Aksi simpatik ini lahir dari keprihatinan mendalam atas terjadinya tragedi berdarah yang menelan korban jiwa di beberapa wilayah Indonesia. Bagi PW IKA PMII DKI Jakarta, setiap nyawa adalah anugerah yang tak ternilai, dan kehilangan satu saja merupakan luka yang terlalu mahal bagi demokrasi. Karena itu, aksi ini menjadi simbol penghormatan dengan meletakkan seribu bunga sebagai doa dan tanda solidaritas.
Ketua PW IKA PMII DKI Jakarta, Syarifudin Salwani, menegaskan bahwa perjuangan aspirasi mahasiswa dan rakyat harus ditempuh dengan cara damai dan konstitusional. Menurutnya, aksi kekerasan atau anarkisme bukanlah jalan yang tepat untuk menyampaikan pendapat. Sebaliknya, hal itu justru menodai perjuangan dan mengaburkan makna sejati demokrasi.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus memperjuangkan aspirasi secara bermartabat, damai, dan konstitusional. Jangan pernah memilih jalan anarkis, karena kekerasan hanya akan merusak cita-cita bersama. Jakarta adalah wajah Indonesia, maka menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia,” ujar Syarifudin Salwani dalam sambutannya.
Aksi bertajuk “Jaga Jakarta, Jaga Indonesia” ini juga menyuarakan pentingnya menjaga kondusifitas ibu kota sebagai barometer kehidupan berbangsa. Jakarta yang aman dan damai akan memantulkan citra positif bagi persatuan bangsa Indonesia di mata dunia. PW IKA PMII DKI Jakarta berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami bahwa menjaga harmoni di Jakarta berarti menjaga stabilitas nasional.
Lebih dari sekadar seremoni, aksi 1000 bunga ini menjadi ruang perenungan bersama. Para peserta aksi diingatkan kembali bahwa demokrasi sejatinya lahir dari semangat kebersamaan, bukan permusuhan. Demokrasi membutuhkan ruang diskusi, bukan amarah; demokrasi menuntut gagasan, bukan kekerasan.
PW IKA PMII DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai jembatan aspirasi, penyampai pesan damai, sekaligus pengawal demokrasi. Perjuangan mahasiswa dan alumni PMII diyakini akan lebih bermakna bila dijalankan dengan cara-cara yang elegan, santun, dan beradab.
Selain itu, aksi ini juga menjadi momentum konsolidasi moral di tengah kondisi bangsa yang penuh dinamika. Melalui bunga, simbol keindahan dan kelembutan, PW IKA PMII DKI Jakarta ingin menunjukkan bahwa perjuangan sejati adalah perjuangan yang menghargai kehidupan. Bunga yang dipersembahkan bukan sekadar hiasan, melainkan wujud nyata seruan moral untuk menghentikan kekerasan dan mengutamakan dialog.
Syarifudin Salwani juga menambahkan bahwa aksi ini adalah ajakan terbuka bagi generasi muda, masyarakat sipil, dan semua elemen bangsa agar bersama-sama menjaga kedamaian. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun harus dikelola dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
“Mari kita jadikan Jakarta sebagai teladan dalam menjaga keharmonisan. Jangan biarkan tindakan provokatif dan anarkis merusak wajah ibu kota. Dari Jakarta, kita bawa pesan damai untuk seluruh Indonesia. Karena jika Jakarta aman, maka Indonesia pun akan terjaga,” tegasnya.
Melalui Aksi Simpatik 1000 Bunga untuk Indonesia, PW IKA PMII DKI Jakarta bersama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalakan semangat perjuangan dengan damai, bahu-membahu menciptakan harmoni, serta menolak segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, cita-cita demokrasi yang bermartabat dapat terwujud, dan persatuan bangsa dapat terus terjaga demi masa depan Indonesia yang lebih baik.