VIVA Cetak Laba Rp1,19 Triliun, MDIA Bukukan EBITDA Naik 93% pada Semester I 2025

FAZ • Wednesday, 3 Sep 2025 - 17:16 WIB

Jakarta – PT Visi Media Asia Tbk. (IDX: VIVA) dan PT Intermedia Capital Tbk. (IDX: MDIA) mencatatkan kinerja gemilang pada Semester I 2025. VIVA berhasil membukukan laba bersih Rp1,19 triliun, berbalik dari rugi tahun lalu, sementara MDIA mencatat lonjakan EBITDA hingga 93%.

 
Keberhasilan VIVA ditopang restrukturisasi keuangan yang signifikan, dengan pendapatan mencapai Rp477,9 miliar dan EBITDA Rp32,8 miliar. Perseroan juga berhasil menekan total liabilitas menjadi Rp6,10 triliun per 30 Juni 2025, dari sebelumnya Rp7,28 triliun pada akhir 2024. Ekuitas pun berbalik positif Rp418,97 miliar setelah sebelumnya defisit Rp772,9 miliar.
 
“Restrukturisasi memberi ruang bagi VIVA untuk terus berinvestasi di konten, teknologi, dan pengembangan talenta. Kami berkomitmen menjaga kepemimpinan di televisi FTA dan memperluas jangkauan digital di era konvergensi media,” ujar Presiden Direktur VIVA, Arief Yahya dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
 
MDIA melalui ANTV juga mencatatkan kinerja kuat. EBITDA naik 92,6% menjadi Rp85,4 miliar dengan margin 27,7%. Laba usaha melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp60,8 miliar, sementara rugi bersih turun drastis menjadi Rp11,4 miliar dari Rp235,2 miliar pada periode sama tahun lalu.
 
Dari sisi kinerja stasiun TV, ANTV naik ke peringkat enam TV hiburan nasional di prime time dengan TV Share 5,9%. Sementara tvOne konsisten menjadi TV berita nomor satu dengan pangsa audiens program berita reguler 5,8% pada Januari–Juli 2025.
 
Di ranah digital, tvOneNews.com menempati peringkat keenam publisher berita nasional dengan 473,5 juta pageviews, sementara kanal YouTube tvOne meraih 15,8 juta subscriber dengan 1,4 miliar views. Viva.co.id juga konsisten dengan rata-rata 95,5 juta pageviews per bulan.
 
Manajemen VIVA Group optimistis tren positif ini berlanjut di semester kedua tahun ini.
 
“Dengan fundamental yang solid, kami yakin bisa terus menghadirkan konten berkualitas, memperkuat platform digital, dan menjaga kepemimpinan di industri media nasional,” pungkas Arief.