JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) meraih empat penghargaan dalam ajang Best Human Capital Awards 2025. Penghargaan itu mencerminkan keberhasilan Hutama Karya dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis melalui strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) terpadu.
Dalam ajang Best Human Capital Awards 2025, Hutama Karya (HK) meraih penghargaan Best Human Investment 2025, Best Digital Innovation 2025, dan Best Company 2025. Penghargaan lainnya yaitu Best Leadership In Human capital 2025 untuk Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan.
Penghargaan bergengsi Best Human Capital Award 2025 diselenggarakan oleh Majalah BusinessAsia Indonesia untuk organisasi dan perusahaan yang berhasil menerapkan strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terbaik.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2005-2009, Erman Suparno didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan, Aris Wahyudi; Ketua Dewan Juri BEST HC Award 2025, Hary Budiarto; dan CEO Majalah BusinessAsia Indonesia, Juanda Jafar.
Muhammad Fauzan mengapresiasi kegiatan Majalah BusinessAsia Indonesia yang telah memberikan penghargaan kepada Hutama Karya, sebagai bagian dari ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) “Ini membuktikan bahwa kerjasama membangun ekosistem pembinaan SDM berada di rel yang tepat untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Fauzan seusai menerima Best HC Awards 2025 di Jakarta pada Rabu (27/8/2025).
Sementara itu, Ketua penyelenggara Best HC Awards 2025 yang juga CEO BusinessAsia Indonesia, Juanda Jafar menyampaikan, sebanyak 21 perusahaan terbaik meraih penghargaan Best HC Award 2025”. ”Ajang penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada organisasiperusahaan yang dinilai berhasil dalam menerapkan strategi pengelolaan SDM yang efektif dan optimal. Tahun ini, kami mengusung tema “Membangun SDM Unggul dan Berkualitas untuk Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045”.
Ketua Dewan Juri BEST HC Award 2025, Hary Budiarto mengatakan bahwa SDM yang unggul berperan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, SDM di Indonesia harus memiliki kompetensi yang unggul dan inovatif agar bisa berkompetisi secara nasional, regional, hingga global. Selain itu, SDM unggul dibutuhkan untuk mendukung target pertumbuhan perekonomian Indonesia sebesar 8 persen dalam akhir RPJMN th 2029. Di era ekonomi digital, tentunya SDM unggul yang menguasai teknologi digital akan memiliki kreativitas dan inovasi yang bisa mendukung daya saing organisasi/perusahaan.