Semangat Pantang Menyerah, Modal Nur Agis Aulia Jadi Wakil Walikota Serang

AKM • Tuesday, 2 Sep 2025 - 14:44 WIB
Wakil Wali Kota Serang, Banten, Nur Agis Aulia (Istimewa)

Jakarta- Don’t give up! Jangan menyerah!” Kata-kata dari motivator kondang itu terus tersimpan di memori Nur Agis Aulia hingg sekarang dan menjadi prinsip hidupnya. Ketika pertama kali mendengar ucapan motivasi itu, Agis baru berstatus mahasiswa sekitar 15 tahun silam. Karena prinsip pantang menyerah tersebut, ia kini berhasil menduduki posisi Wakil Wali Kota Serang, Banten. Sebuah jabatan publik yang prestisius bagi seseorang yang berasal dari keluarga biasa.

Salah satu kesuksesannya, ditunjang dengan kualitas pendidikan yang diperoleh dan di jalankan sebelumnya. Salah satunya, Agis  menururkan dirinya mendapatkan beasiswaTanoto Foundation, mengikuti serangkaian seleksi hingg akhirnya lolos.

Dalam program ini, Tanoto Scholars (sebutan untuk penerimabeasiswa Tanoto Foundation) bukan hanya dituntut untukmeraih prestasi akademik, melainkan juga dapat mengembangkan potensinya di luar perkuliahan, seperti berorganisasi.

“Saya berterima kasih kepada Tanoto Foundation karenamembantu dalam proses pembiayaan kuliah dan uang saku, sehingga saya tidak mikir lagi soal biaya dan fokus untukbelajar dan berorganisasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, kepada Media, Jakarta, Selasa (2/9).

Menurutnya, program-program Tanoto Foundation memberi bekal penting bagi generasi muda, terutama program peningkatan soft skill untuk penerima beasiswa Tanoto Foundation, seperti kecakapan berkomunikasi, networking, dan leadership.  

Berbagai pembekalan soft skill ini sangat berarti bagi pengembangan karirnya. Seperti soal networking ataukemampuan berjejaring, ia praktikkan dengan menjaga dan membangun hubungan baik dengan sesama Tanoto Scholars. Termasuk dengan memanfaatkan media sosial yang masih terbatas pada Facebook kala itu dan kini makin mudah denganberbagai pilihan teknologi.

“Networking itu kata kunci juga untuk bisa berjuang di dunia yang penuh tantangan. Jadi kalau memang ingin betul-betulbertumbuh kata kuncinya membangun networking supaya nantibisa terjalin kolaborasi sehingga pertumbuhan bisa lebihcepat,” imbuhnya.

Namun salah satu aktivitas bersama Tanoto Foundation yang sangat berkesan dan amat membekas dalam hidup Nur Agis adalah saat para penerima beasiswa dikumpulkan di suatuperkemahan di Bogor, Jawa Barat. Di situ, Tanoto Scholarsdari berbagai kampus di Tanah Air digembleng dan belajar kepemimpinan dari para profesional.

“Ini praktik yang menarik untuk belajar leadership. Mahasiswa kan punya egonya masing-masing. Tapi dalam camp pelatihantersebut, kita diajarkan lebih bijak dan dimotivasi untukmenjadi leader yang menciptakan perubahan serta dampakpositif,” papar Agis.

Agus mengungkapkan dirinya juga melakoni sejumlah profesi mulai dari karyawan BUMN yang kemudian beralih menjadj wiraswasta dengan membuka peternakan kambing dengan nama Jawara Farm. Ketika terjun sebagai wirausaha, Agis berhasil memberdayakan ratusan peternak sehingga mengangkat taraf ekonomi mereka.

“Semua berawal dari mimpi untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan kebodohan. Ini menjadi narasi besar saya,” ujarnya.

Keyakinan itu pula yang menjadi pedoman baginya ketika diakemudian memutuskan untuk terjun ke dunia politik menjadi wakil walikota Serang. Baginya, dengan menjadi pejabat publik, dampak yang diberikan kepadamasyarakat bisa jauh lebih besar.

Beasiswa TELADAN

Sebagai salah satu fondasi keberhasilan dalam peningkatan kualitas pendidikan SDM, Tanoto Foundation telah  membuka pendaftaranBeasiswa TELADAN angkatan 2026 di 10 perguruan tingginegeri Indonesia.

Mahasiswa yang lolos seleksi program TELADAN akan mendapatkan bantuan biaya kuliah secarapenuh dan tunjangan biaya hidup bulanan, serta yang berbedadengan beasiswa lain, adalah penerima beasiswa juga akanmendapat pelatihan pengembangan kepemimpinan terstrukturselama 3.5 tahun dari semester 2 hingga 8.