
JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono mengungkapkan komitmen pendanaan iklim yang kerap dijanjikan negara maju belum sepenuhnya terealisasi.
Hal ini akan dibahas dalam Konferensi Perubahan Iklim atau Conference of the Parties (COP30) di Belem, Brasil, pada 10-21 November 2025.
Diaz menjelaskan, salah satu bentuk komitmen yang belum berjalan optimal adalah janji dalam Copenhagen Accord tahun 2009. Pada kesepakatan tersebut, negara-negara maju berkomitmen menggelontorkan dana iklim senilai 100 miliar dolar AS per tahun untuk negara berkembang.
“Lalu ada long term finance yang bilang Rp 100 miliar per tahun sampai 2020, tetapi tidak terealisasi atau terealisasi tetapi jumlahnya masih bisa di-dispute. Jadi ada gap antara janji dan realisasi. Ini mungkin akan didiskusikan juga,” ujar Diaz Dalam rapat persiapan delegasi RI di Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menagih realisasi janji pendanaan baru yang dihasilkan pada COP29, yaitu New Collective Quantified Goal (NCQG) dengan nilai Rp 1,3 triliun per tahun untuk negara berkembang.
Menurut Diaz, persoalan adaptasi iklim juga bakal menjadi perhatian. Ia menyebut, porsi pendanaan adaptasi masih sangat kecil jika dibandingkan dengan mitigasi.
“Sekarang dana adaptasi hanya sekitar 6 persen dibandingkan dengan mitigasi dan pembiayaan lainnya. Ini pasti akan dibicarakan juga dalam COP30,” ungkapnya.
Selain pendanaan, Diaz menambahkan bahwa isu kesetaraan gender juga masuk dalam agenda pembahasan COP30. Sementara itu, Indonesia akan memanfaatkan ruang paviliun untuk mempromosikan perdagangan karbon internasional.
“Mungkin kami akan menjelaskan dan mendorong penjualan karbon. Misalnya, ada potensi Norwegia membeli 12 juta ton CO2 hingga 2035 melalui mekanisme subsidi panel surya,” jelas Diaz.
Menjelang COP30, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga tengah menyiapkan dokumen Second Nationally Determined Contribution (NDC) versi 3.0. Target dalam dokumen ini disebut lebih ambisius dibandingkan NDC sebelumnya, terutama dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
Perlu diketahui, COP30 akan digelar pada 10–21 November 2025 di Belem, Brasil. Sebelum itu, pertemuan tingkat kepala negara dan pemerintahan bertajuk Belem Climate Summit akan berlangsung pada 6–7 November 2025.