
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyebut karya musik Leo Kristi tidak bisa hanya dilihat sebagai hiburan semata. Menurut dia, lirik-lirik dalam lagu Leo Kristi sarat dengan pesan moral dan keresahan rakyat.
“Karya-karya Leo Kristi bukan hanya sekadar musik yang menghibur, tapi dari lagu-lagunya, lirik-liriknya banyak pesan moral yang luar biasa. Itu suara rakyat dari desa, dari pinggiran, suara alam, ada juga hubungan dengan Tuhan, sosial, bahkan kadang juga lagy-lagu yang sifatnya romantis,” kata Fadli usai menghadiri kegiatan Konser Rakyat Leo Kristi di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2025) malam.
Konser Rakyat Leo Kristi ini, kata Fadli, digelar dalam rangka memperingati 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenang perjalanan musik Leo Kristi yang sudah menjadi bagian dari sejarah.
“Kami menyelenggarakan konser rakyat Leo Kristi ini sebagai penghormatan pada karya-karya dari Leo Kristi. Semoga ini membawa pesan-pesan moral, terutama di tengah-tengah perayaan atau peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, Fadli ikut naik ke panggung. Ia berkolaborasi dengan Ote Abadi dan Nona van der Kley membawakan lagu “Nyanyian Fajar” dari album pertama Leo Kristi.
Selain itu, Fadli menilai lagu-lagu Leo Kristi mampu membangkitkan semangat optimisme serta menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Menurut saya sangat bermakna dan apa adanya, penuh kejujuran. Tapi tetap dengan rasa yang optimis, terutama menurut saya itu memberikan rasa cinta kepada tanah air,” ucapnya.
Untuk itu, ia berharap musik Leo Kristi dapat menjadi refleksi perjalanan bangsa sekaligus menginspirasi generasi baru.
“Musik ini bagian dari ekspresi budaya. kita berharap ekosistem musik ke depan ini akan semakin kondusif, semakin maju, tentu karya-karya yang lama menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Kita berharap ada karya-karya baru dari generasi baru yang akan menemani perjalanan bangsa kita menuju Indonesia Emas,” pungkas Fadli Zon.
Perlu diketahui, Leo Kristi, yang memiliki nama asli Leo Imam Sukarno, lahir di Surabaya, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai musisi balada dengan lirik yang kerap memotret persoalan rakyat, alam, hingga nasionalisme.
Dalam konser yang digelar Kementerian Kebudayaan itu, kelompok Ote and Friends turut membawakan sejumlah lagu populer Leo Kristi seperti “Nyanyian Fajar”, “Nyanyian Malam”, dan “Nyanyian Tanah Merdeka”.