KLH Kecam Kekerasan terhadap Wartawan saat Peliputan Pabrik di Serang

FAZ • Thursday, 21 Aug 2025 - 20:29 WIB

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa wartawan serta salah satu staf Humas KLH saat melakukan inspeksi di PT Genesis Regeneration Smelting, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8).

Sekretaris Utama (Sestama) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rosa Vivien Ratnawati, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut tengah dalam proses penegakan hukum. Namun, ada indikasi PT Genesis masih melanjutkan aktivitas operasional meski sedang diperiksa.

"Insiden bermula setelah rekan-rekan wartawan selesai melakukan doorstop dengan Deputi Gakkum KLH/BPLH Irjen Pol. Rizal Irawan. Sesaat kemudian, pihak penjaga perusahaan memanggil wartawan, yang berujung pada tindakan kekerasan," kata Vivien dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Lebih lanjut, Vivien menegaskan, intimidasi maupun kekerasan terhadap wartawan tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang wajib dihormati.

"Kami mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan maupun aparat. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang wajib dihormati, dan kekerasan terhadap jurnalis merupakan tindakan yang tidak dapat ditolerans," ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap keamanan individu, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen perusahaan terhadap tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab.

Selain itu, KLH menegaskan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan tegas. Pihak kementerian juga memberikan pendampingan bagi korban yang mengalami kekerasan.

Dia juga mengimbau semua pihak agar menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan dengan tegas, serta memberikan pendampingan kepada pihak-pihak yang menjadi korban dalam insiden ini," tutur Vivien.

Sebelumnya, insiden kekerasan terjadi ketika rombongan delapan wartawan meliput inspeksi dan penyegelan pabrik pengolahan timbal oleh Deputi Gakkum KLH.

Petugas keamanan bersama sejumlah organisasi masyarakat sempat melarang pengambilan gambar. Setelah penyegelan dan wawancara selesai, wartawan yang hendak meninggalkan lokasi kemudian diserang.

Akibat peristiwa tersebut, satu wartawan dan seorang staf humas KLH mengalami pemukulan. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara.