Kepala ANRI: Pengakuan Warisan Dokumenter Indonesia sebagai Memory of the World Perkuat Diplomasi Kearsipan

ANP • Thursday, 14 Aug 2025 - 20:17 WIB

Jakarta – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Anugerah Warisan Dokumenter Indonesia sebagai Memory of the World (MoW) di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, Gedung C Lantai 2, ANRI, Jakarta Selatan. Para undangan dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga pemerhati arsip hadir untuk menyaksikan momen bersejarah Anugerah Warisan Dokumenter Indonesia sebagai MoW. Acara ini menjadi ajang penghargaan atas upaya panjang dan kerja keras bangsa Indonesia dalam melestarikan, mengangkat, dan memperjuangkan warisan dokumenter, agar diakui sebagai bagian dari memori kolektif dunia oleh UNESCO.

Pada kesempatan ini, Kepala ANRI, Mego Pinandito menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen Indonesia dalam menjaga dan menghargai dokumentasi bernilai sejarah. “Acara ini berkaitan dengan pengakuan memori kolektif dunia dari UNESCO yang merupakan upaya untuk kembali menghargai dokumentasi Indonesia. Terima kasih kepada seluruh kementerian, lembaga, unit kerja, dan pemerintah daerah atas dukungan dan partisipasi aktif dalam proses penominasian dan implementasi program ini,” ujar Mego.

Ia menekankan bahwa pencapaian ini tidak boleh dipandang sebagai garis akhir, melainkan bagian dari perjuangan panjang memperkuat diplomasi kebudayaan, khususnya diplomasi arsip. Diplomasi ini memanfaatkan kekayaan budaya, kekayaan alam, dan pengetahuan yang dimiliki Indonesia untuk membangun pengakuan global. “Contohnya tarian tradisional, pakaian tradisional, catatan tentang kain songket yang hanya ada di Indonesia, hingga minyak nilam dari Aceh yang menjadi bahan parfum dunia. Semua ini adalah kekayaan yang bisa diangkat melalui arsip,” lanjutnya.

Mego juga memaparkan keberhasilan Indonesia dalam Sidang Umum UNESCO di Paris pada 17 April 2025, di mana untuk pertama kalinya Indonesia berhasil mencatatkan lima khazanah warisan dokumenter sebagai MoW. Hal tersebut menjadikan Indonesia bersama Perancis sebagai negara terbanyak yang berhasil meregistrasikan warisan dokumenternya menjadi MoW pada sidang Dewan Eksekutif ke-221 UNESCO yang dilaksanakan di Paris, Perancis mulai 2 s.d 17 April 2025.

“Keberhasilan ini adalah kebanggaan bersama. Kita harus memanfaatkannya bukan hanya untuk disimpan dalam bentuk sertifikat, tetapi juga untuk sektor pariwisata, pendidikan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” tegas Mego.  Ia juga menambahkan, ANRI akan terus berupaya membantu pencarian arsip bersejarah, termasuk yang sebagian besar berada di Belanda, serta mengembangkan kerja sama lintas pihak untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan dokumenter Indonesia di tingkat internasional.