
JAKARTA — Intelligence Quantum Interasia (IQI), perusahaan teknologi yang berada di bawah naungan Asa Kreasi Interasia, mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan pelatihan berskala penuh mengenai Artificial Intelligence (AI) dan Large Language Models (LLM) untuk SKK Migas, yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 5 hingga 9 Mei 2025 lalu.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, aplikasi, serta tantangan terkini dalam pengembangan teknologi AI, khususnya model bahasa besar yang menjadi dasar utama berbagai solusi digital modern, mulai dari chatbot hingga sistem otomatisasi cerdas.
Sepanjang sesi, para peserta dari SKK Migas aktif berdiskusi dan mengikuti berbagai simulasi langsung terkait pemanfaatan AI dalam sektor energi dan sumber daya alam.
Topik-topik yang dibahas meliputi: Dasar-dasar Machine Learning dan Deep Learning, Pemahaman teknis tentang Large Language Models seperti GPT dan BERT, Studi kasus penerapan AI di sektor industri migas, Etika dan tata kelola dalam pengembangan teknologi AI hingga Hands-on session: membangun aplikasi sederhana berbasis model bahasa.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi SKK Migas dalam memperkuat literasi teknologi di internal organisasi, seiring dengan meningkatnya relevansi AI dalam mendukung efisiensi, keamanan data, serta pengambilan keputusan berbasis analitik di sektor hulu migas.
Sebagaimana pernah disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, teknologi Artificial Intelligence telah menjadi game changer di industri hulu migas, terbukti mempercepat pengolahan data survei seismik dan menghasilkan penemuan hidrokarbon signifikan di laut dalam pada 2023.
Penerapan AI yang tepat tidak hanya membuka peluang temuan baru, tetapi juga berperan dalam mencegah unplanned shutdown, meningkatkan keselamatan kerja, serta mengoptimalkan keandalan operasi dan pemeliharaan.
Sejalan dengan pandangan tersebut, IQI memandang bahwa penerapan teknologi AI yang tepat sasaran akan menjadi katalis penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri hulu migas di Indonesia.
Kolaborasi ini bukan sekadar program pelatihan, tetapi langkah awal dalam membangun fondasi transformasi digital yang terukur dan berdampak nyata bagi operasional SKK Migas.
“Visi kami adalah mendukung setiap mitra dalam memanfaatkan potensi penuh teknologi cerdas untuk mencapai efisiensi dan inovasi berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami berharap SKK Migas dapat semakin memperkuat kapabilitas internalnya dalam mengadopsi solusi berbasis AI, sehingga mampu menjawab tantangan industri dengan pendekatan yang lebih cepat, presisi, dan adaptif,” jelas Gadis Hartomo, Training Coordinator dalam Pelatihan AI dan Large Language Model untuk SKK Migas.
Interaksi intensif selama pelatihan, disertai antusiasme para peserta dalam menyerap materi, menjadi indikator kuatnya komitmen SKK Migas dalam mengadopsi teknologi cerdas secara berkelanjutan.
Partisipasi aktif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi teknologi internal, sekaligus mempercepat pemanfaatan AI untuk mendukung efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data di sektor hulu migas.
Analis Divisi Teknologi dan Informasi, Aran, yang menjadi salah satu peserta dari SKK Migas berharap pelatihan ini dapat membantu pekerjaannya sehari-hari, seperti pengelolaan dokumen dan pencarian informasi.
“Harapannya, teori yang didapat bisa diterapkan, dan AI dapat membantu menyederhanakan pengelolaan dokumen yang kompleks, terutama untuk pencarian informasi berbasis teks dan dokumen karena bisa menghemat waktu.” tukasnya.
IQI terus berkomitmen untuk menjadi mitra transformasi digital terpercaya melalui pelatihan, solusi, dan kolaborasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.