
Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan Hari Anak Nasional ke-41 di ruang Pagelaran Budaya Nusantara, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Minggu (10/08). Kegiatan bertajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat. Menuju Indonesia Emas 2045, Aku Agen Perubahan” ini diikuti oleh sedikitnya 80 anak berusia 8–15 tahun, bersama orang tua, aktivis, mitra, dan media.
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa anak-anak harus diposisikan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek perlindungan.
“Kami ingin anak-anak menyadari potensi mereka, bukan hanya sebagai penerima perlindungan, tetapi sebagai subjek yang mampu membentuk masa depan bangsa,” kata Cornelia dalam sambutannya.
Cornelia menambahkan pemilihan Perpustakaan Nasional sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk komitmen terhadap literasi inklusif.
“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, membangun empati, dan menjadi pribadi yang tangguh,” ujarnya.
Rangkaian acara meliputi pertunjukan tari daerah, sulap interaktif, permainan edukatif, wisata literasi, serta konsultasi bersama psikolog dan edukator parenting. Komnas PA menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung tumbuh kembang anak secara fisik, mental, dan sosial.

Perlindungan anak adalah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan ini, lembaga tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak-anak Indonesia.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan edukatif di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data Komnas PA, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 28 ribu kasus kekerasan terhadap anak, dengan kekerasan seksual dan bullying sebagai bentuk dominan.