Menbud: Masyarakat Adat adalah Kunci Keberlanjutan Tradisi dan Ekosistem Nusantara

FAZ • Thursday, 7 Aug 2025 - 19:52 WIB
 
Jakarta — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar sarasehan bertajuk “Masyarakat Adat sebagai Penjaga Tradisi Pangan Lokal dan Benih Leluhur Nusantara”, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang akan jatuh pada Sabtu (9/8/2025) mendatang.
 
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa keragaman budaya Indonesia berakar kuat dari keberadaan masyarakat adat. 
 
“Ratusan ribu tahun lalu, masyarakat adat sudah hadir dan membentuk keberagaman yang disebut Mega Diversity,” ujarnya kepada wartawan usai acara di Plasa Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen.
 
Menurutnya, Mega Diversity yang dimiliki Indonesia jauh melampaui negara-negara lain, termasuk di benua Afrika, Eropa, dan Australia yang relatif kurang memiliki kekayaan budaya sebanding. 
 
"Tidak ada kekayaan yang lebih hebat dari kekayaan budaya Indonesia. Ini akan menjadi kenyataan dan menjadi adi budaya Indonesia," tegas Fadli.
 
Ia menekankan bahwa masyarakat adat Indonesia telah terbukti mampu menjaga ekosistem secara berkelanjutan. Peran mereka dinilai krusial dalam merawat alam dan menjamin kehidupan generasi mendatang di tengah tantangan zaman.
 
Lebih lanjut, Fadli menyebut masyarakat adat juga berkontribusi besar dalam menjaga identitas budaya nasional, terutama di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan dalam mempertahankan nilai-nilai luhur Nusantara.
 
Meski begitu, ia mengakui globalisasi juga membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Namun, tantangan bagi pelestarian budaya tradisional tetap perlu diantisipasi.
 
"Ini adalah interaksi yang menarik. Tapi kita juga perlu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, informasi, dan lain-lain," pungkasnya. (AM)