
Jakarta — Universitas Nasional (UNAS) bersama UCSI Universiti Malaysia menggelar Graduate Workshop: Preparation for Master’s and Doctor Studies di Gedung Menara UNAS, Ragunan, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi bagian dari peluncuran awal program kolaborasi pendidikan tinggi, khususnya program doktoral (S3) by research antara UNAS dan UCSI Universiti. Hadir sebagai pembicara workshop adalah Prof. Ts. Dr. Nangkula Utaberta.
Direktur UNAS-UCSI Collaboration Centre, Prof. Dr. Paisal Halim, M.Hum, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan program S3 by research yang dapat diikuti tanpa harus berangkat ke Malaysia.
“Kuliah dilakukan secara daring dan ijazahnya diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia. Kami berharap media bisa berperan agar masyarakat luas mengenal dan segera memanfaatkannya,” ujar Prof Paisal di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Program S3 ini terbuka untuk para dosen dan profesional di Indonesia, dengan sistem pembelajaran berbasis riset (by research) selama tiga tahun. UCSI Universiti sendiri telah menjamin durasi studi tersebut.
“Target awal kami minimal 10 mahasiswa, dan pendaftarannya terbuka setiap bulan,” tambahnya.
Acara ini juga menghadirkan narasumber dari UCSI Universiti yang telah berpengalaman dalam publikasi jurnal bereputasi, seperti Scopus Q1. Para peserta, terutama dosen UNAS dan delegasi lainnya diharapkan dapat menggali kiat-kiat menembus jurnal internasional berkualitas tinggi.
Prof. Ts. Dr. Nangkula Utaberta berharap kerjasama tersebut dapat mengangkat UNAS dan UCSI menjadi kampus unggulan di Asia Tenggara hingga dunia.
“Acara hari ini adalah kolaborasi pertama UCSI dan UNAS. Harapannya, bukan hanya menjadi tempat bertemunya mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban. Semoga kedepannya lahir lebih banyak riset, diskusi, dan program bersama, bukan hanya untuk mengangkat UNAS, tetapi juga UCSI, agar keduanya bisa tumbuh bersama di tingkat Asia Tenggara maupun dunia,” ucap Prof. Ts. Dr. Nangkula Utaberta
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak, termasuk dari Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI, Sri Sundari. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UNAS dan UCSI.
“Program ini sangat relevan, khususnya bagi para pejabat atau profesional yang sibuk, namun ingin meraih gelar PhD berkualitas. Apalagi program ini diakui oleh Indonesia, jadi tidak perlu diragukan lagi,” katanya.
Sri Sundari juga menyoroti peluang bagi masyarakat daerah untuk ikut serta. “Saya akan coba sosialisasikan ke daerah-daerah, termasuk melalui anggota DPD RI. Kita ingin agar akses pendidikan berkualitas ini bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
UCSI Universiti yang berada di peringkat 269 dunia, dikenal memiliki reputasi global dan program riset yang kuat. Dengan kerja sama ini, UNAS berharap menjadi pusat studi doktoral berbasis riset bertaraf internasional yang terjangkau dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
“Ini bukan sekadar kerja sama, tapi upaya konkret membawa pendidikan tinggi Indonesia naik kelas, tanpa harus meninggalkan tanah air,” tutup Prof. Paisal.