
Depok - Universitas Indonesia (UI) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Balairung, kampus Depok, Jawa Barat. PKKMB UI yang berlangsung selama 4 hari yang dibuka pada hari ini dibuka Selasa (5/8/2025) dan berlangsung hingga Jumat (8/8/2025).
Acara ini bertujuan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, memahami sistem perkuliahan, dan mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.
Rektor Universitas Indonesia -UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S T., M.Eng., IPU. menekankan kasus perundungan dan kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan perguruan tinggi pertama di tanah air itu.
"Ada kekerasan seksual, kekerasan verbal, kekerasan fisik, dan macam-macam. Sehingga mahasiswa bisa aware, mana hal yang boleh dilakukan, mana yang tidak. Sehingga mereka tidak terjebak dengan kekerasan tersebut," ujar Prof. Heri dalam Sambuatnya dihadapan Tibuan Mahasiswa Baru.
Heri menegaskan pihaknya juga memberikan berbagai pengarahan soal kewaspadaan terhadap narkotika dan tindakan melanggar norma susila yang harus dihindari oleh para mahasiswa.
"Sehingga, mereka masuk UI tidak hanya menjadi sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya, tapi kemudian juga mereka matang sebagai seorang manusia yang kemudian siap untuk terjun di masyarakat nantinya. Baik di masyarakat tempat mereka bekerja, maupun di masyarakat tempat mereka nanti berkeluarga dan berkembang," tutur Heri.
Heri Hermansyah menjelaskan, total mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PKKMB mencapai 9.620 orang dari program S1 dan vokasi.
“Ini adalah kesempatan emas di mana kalian bisa kumpul bersama-sama, 14 fakultas dan 1 vokasi,” kata Heri.
Heri berpesan, agar mahasiswa baru mencari teman sebanyak-banyaknya lintas fakultas dan jurusan.
“Teman-teman di depan, samping, kanan inilah yang merupakan aset-aset berharga kalian dalam meniti karier, dalam membangun masa depan,” ujarnya.
Selain itu, Heri juga menegaskan ribuan mahasiswa yang diterima di UI merupakan insan pilihan.
“Mahasiswa baru UI dihimbau untuk mengasah hardskill sesuai disiplin bidang keilmuan masing-masing,” katanya.
Meski demikian, Heri meminta agar mahasiswanya tidak melupakan prestasi non akademik selama berkuliah.
“Unggul saja tidak cukup, kalian harus punya impact setelah lulus kelak,” pungkasnya.
Dewasa Hadapi Kehidupan Sebagai Mahasiswa
Ditempat yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak seluruh mahasiswa baru di Indonesia untuk menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dinamika kehidupan sebagai seorang mahasiswa.
"Adik-adik sekalian, kalian sudah mahasiswa bukan lagi siswa. Kalian harus sudah mulai berpikir yang lebih matang, berpikir yang lebih jangka panjang," katanya.
Menteri Brian menceritakan kisah saat dirinya menjabat sebagai Wakil Rektor di Institut Teknologi Bandung, tentang seorang mahasiswa yang hendak loncat dari atas gedung, akibat putus cinta.
"Segala sesuatunya tolong dipikir. Jangan segera memutuskan, jangan buru-buru begitu. Karena apa? Anda sudah (menjadi) manusia dewasa," lanjutnya.
Menteri Brian menjelaskan harus pandai mengelola diri sendiri, dan jangan mudah terbawa emosi. Ia menekankan pentingnya memiliki teman saat menjadi mahasiswa.
Menurutnya, dengan memiliki jaringan pertemanan yang baik, mahasiswa dapat terhindarkan dari masalah terhadap diri sendiri, juga masalah yang berdampak kepada mahasiswa lainnya seperti peristiwa perundungan atau bullying.
"Nah ini perhatian ya semua adik-adik, kalau ada bentuk-bentuk kekerasan, pelecehan seksual, bullying. Itu jangan ragu-ragu melaporkan," imbuhnya.