KLH Dukung Program MBG, Tekankan Integrasi Gizi dan Pengelolaan Sampah

FAZ • Tuesday, 5 Aug 2025 - 00:53 WIB

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan dukungannya terhadap program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan pentingnya integrasi antara pemenuhan gizi dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, efektivitas MBG harus berjalan seiring dengan pengurangan sampah makanan (food waste), penggunaan wadah guna ulang untuk menghindari sampah kemasan sekali pakai, serta edukasi konsumsi berkelanjutan agar makanan tidak bersisa.

“Kualitas makanan bergizi yang dikonsumsi masyarakat sangat ditentukan oleh ketersediaan pangan sehat, lingkungan bersih, air layak, dan udara yang bebas pencemar. Program MBG bukan hanya urusan gizi, tetapi juga investasi masa depan bangsa yang harus ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Hanif dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/8/2025).

Hal itu disampaikan Hanif usai meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatake di Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten pada hari ini, sebagai bentuk dukungan konkret KLH/BPLH terhadap salah satu program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

SPPG Jatake menjadi model kolaborasi pengelolaan sampah berbasis kawasan, yang menggabungkan peran masyarakat, dunia usaha, serta teknologi sederhana seperti komposting, bank sampah, dan RDF skala kecil.  Berdiri di lahan ±2.000 m², fasilitas ini mampu mengolah 10–15 ton sampah per hari dan mengurangi lebih dari 30% beban sampah ke TPA.

Selain itu, Menteri Hanif mendorong agar pendekatan integratif seperti di SPPG Jatake direplikasi di berbagai daerah, sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu dan perluasan literasi lingkungan. 

Ia mengatakan, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan skema ini secara berkelanjutan.

Sementara itu, KLH/BPLH mendukung penuh Program MBG karena memahami bahwa makanan yang bergizi serta lingkungan yang baik dan sehat adalah fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang berprestasi, produktif, dan tangguh dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hanif menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program MBG secara menyeluruh. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat, adil, dan lestari.

“Mari kita kolaborasikan gizi, lingkungan, dan masa depan anak-anak Indonesia. Dengan kesadaran kolektif dan sinergi lintas sektor, kita bisa membangun Indonesia yang sehat, kuat, dan lestari,” pungkas Hanif.