Ratusan Pemuda Belajar Pendakian Minim Sampah di Zero Waste Adventure Camp 2025

ANP • Sunday, 3 Aug 2025 - 18:26 WIB
Ratusan pemuda foto bersama dengan narasumber dan penyelenggara di kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2025. Sumber: Istimewa

Tegal – Ratusan pemuda pencinta alam telah mengikuti kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) pada 1-3 Agustus 2025 di kawasan Gunung Slamet, Tegal, Jawa Tengah. Selama tiga hari, mereka berkemah sambil belajar praktik pendakian bebas sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menjadi penyelenggara kegiatan ini. KLH melibatkan sebanyak 150 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah hingga komunitas pencinta alam.

Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Ade Palguna Ruteka, menyampaikan bahwa kegiatan ini relevan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yaitu Hentikan Polusi Plastik”. Tema tersebut menjadi bagian dari kampanye lingkungan global.

Kegiatan yang berlangsung di Gunung Slamet ini juga mengingatkan sebuah lokasi yang sebelas tahun silam pernah dalam kondisi darurat sampah.

“Kita berkumpul di Gunung Slamet, yang sebelas tahun lalu sempat dalam kondisi darurat sampah. Ini menjadi cermin bahwa aktivitas alam bebas kerap meninggalkan jejak destruktif. Namun, hari ini, kita membuktikan bahwa Zero Waste Adventure is Possible,” ujar Ade dalam Pembukaan Zero Waste Adventure Camp 2025, Jumat (1/8).

Menurut Ade, perkemahan ini memberi kesempatan untuk belajar para peserta untuk membangun kesadaran dalam menekan timbulan sampah. Khususnya, di kawasan pegunungan dan destinasi alam lainnya.

“Kita akan mempraktikkan prinsip zero waste sebagai gaya hidup generasi baru, sekaligus menciptakan duta-duta lingkungan yang akan bertugas menyebarluaskan semangat Beat Plastic Pollution ke seluruh penjuru negeri,” tambahnya.

Selama tiga hari berkemah, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik tentang teknik pengemasan (packing) minim sampah, manajemen sampah material, serta penerapan etika pendakian yang berkelanjutan.

Peserta Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2025 sedang memasak untuk makan malam dengan konsep minim sampah. Sumber: Istimewa

 

Praktikkan Kemah Minim Sampah

ZWAC 2025 bukanlah kegiatan pertama. Sebelumnya, acara serupa pernah berlangsung di Kawasan Gunung Merbabu, dengan penerapan prinsip zero waste. 

Seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi dalam kegiatan ini dipersiapkan secara ramah lingkungan. Misalnya, penyediaan makanan tanpa kemasan plastik, refill station, dan snack tanpa wadah sekali pakai. Dekorasi acara yang juga dari bahan yang bisa didaur ulang. Hasilnya, volume sampah yang dihasilkan dan dibuang ke TPA dapat ditekan.

Gerakan Zero Waste Adventure merupakan gagasan Siska Nirmala sejak tahun 2012. Ia mempopulerkan gaya hidup nol sampah melalui pendekatan yang menyenangkan, terutama lewat aktivitas petualangan seperti pendakian gunung.

“Teman-teman harus percaya movement sedikit apa pun, sekecil apa pun sebenarnya bisa berdampak besar kalau teman-teman melakukannya secara konsisten, terutama di dunia pendakian,” ujarnya.

Siska menambahkan, saat ini beberapa gunung di Indonesia mulai menerapkan aturan yang ketat terkait pengelolaan sampah. Contohnya adalah Gunung Merbabu, Gunung Kembang, dan Gunung Rinjani yang sudah lebih siap mengadopsi sistem pendakian berbasis zero waste.

 

Pembukaan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2025. Sumber: Istimewa

Bupati Kabupaten Tegal, Ischak Maulana Rohman turut hadir dalam kegiatan ini. Ia mengatakan Kegiatan ZWAC 2025 ini juga merupakan sebuah kehormatan baginya.

“Kami benar-benar bersyukur acara dari kementerian bisa ditempatkan di Permadi, salah satu objek wisata kebanggaan Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Kegiatan ZWAC 2025 juga melibatkan para kreator konten pendakian yang turut meramaikan kampanye lingkungan melalui media sosial. Mereka melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet sambil mengampanyekan konsep zero waste sepanjang perjalanan.