Wamen LH: Menanam Mangrove Saja Tak Cukup, Ubah Perilaku Buang Sampah

FAZ • Friday, 1 Aug 2025 - 01:03 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove dan penghentian kebiasaan membuang sampah sembarangan. 

Hal itu disampaikan Diaz dalam peringatan World Mangrove Day bertajuk “Jaga Mangrove Jaga Kehidupan” di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Kamis (31/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen penguatan lingkungan hidup di wilayah pesisir, khususnya dalam menghadapi abrasi dan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Diaz mengungkapkan bahwa mangrove bukan hanya peneduh alami, tetapi juga penjaga kehidupan pesisir dari berbagai ancaman lingkungan.

“Kenapa kita harus menanam mangrove? Untuk mencegah banjir rob, melindungi tambak dari kerusakan akibat abrasi pesisir, melindungi ikan di tambak, pengamanan rumah dari banjir, dan juga menyerap karbon dioksida serta polutan,” kata Diaz dalam keteranganya diterima di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Lebih lanjut, Diaz menekankan bahwa penanaman mangrove harus disertai dengan perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah. 

Menurutnya, salah satu tantangan serius dalam program rehabilitasi mangrove adalah keberadaan sampah yang menghambat pertumbuhan tanaman.  Akar mangrove—terutama akar napas atau pneumatophore—tidak dapat berkembang optimal jika tertutup oleh sampah plastik atau anorganik lainnya.

“Menanam mangrove akan menjadi percuma jika masih membuang sampah sembarangan, jadi kita harus sepakat untuk menanam mangrove dan berhenti buang sampah sembarangan,” tegas Wamen Diaz.

Sebagai bentuk dukungan konkret dari KLH/BPLH, pemerintah akan menyediakan sejumlah fasilitas pendukung pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Subang.

“KLH juga akan menyumbang perahu, mesin pencacah sampah, penyerok sampah, dan gerobak sampah roda dua, sehingga mohon jaga Subang, Jawa Barat, dan Indonesia dari sampah juga abrasi akibat banjir rob,” jelas Diaz.

Selain itu, Ia mengapresiasi kepada masyarakat Kabupaten Subang yang telah aktif dalam menanam mangrove meski banyak kawasan pesisir telah terdampak abrasi.

“Kami menyambut baik kerja keras dari Kabupaten Subang karena sudah menanam mangrove untuk mengatasi banjir rob dan abrasi meskipun sudah banyak mangrove yang hilang,” ujar Wamen Diaz.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, dalam sambutannya turut menekankan urgensi pemulihan pesisir. Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa banjir rob telah menjadi persoalan rutin di wilayah pesisir Subang, sehingga aksi penanaman mangrove menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

“Kami sudah menanam 26.000 mangrove dan ada CSR yang akan menanam juga di Legonkulon,” cerita Agus Masykur Rosyadi.

Agus menambahkan bahwa agenda ini tidak hanya menyasar abrasi, tetapi juga menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli pada kebersihan sungai dan kelestarian ekosistem.

“Efek agenda penanaman ini menjadikan sungai di sekitar lokasi menjadi bersih dan lebih tertata, harapannya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan bisa dikurangi dan diubah,” jelas Agus Masykur Rosyadi.

Sebagai informasi, Turut hadir dalam acara ini Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Rasio Ridho Sani. Kegiatan diakhiri dengan aksi simbolik penanaman mangrove yang melibatkan para tamu undangan dan masyarakat setempat.