Gelar Sosialisasi BTU Pancasila di Sumbar, BPIP Perkuat Implementasi Nilai Luhur Bangsa

FAZ • Friday, 25 Jul 2025 - 19:36 WIB

JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila di Sumatera Barat (22/7), sebagai langkah strategis dalam memperkuat pondasi ideologi bangsa.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPIP untuk memastikan Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Sumatera Barat, yang dikenal sebagai tanah kelahiran tokoh-tokoh nasional seperti Mohammad Hatta dan Buya Hamka, dipilih sebagai lokasi sosialisasi untuk menggali kembali semangat Pancasila melalui kearifan lokal yang kaya.
 
Provinsi ini dinilai memiliki nilai-nilai budaya yang selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila, menjadikannya tempat yang ideal untuk memperkuat pemahaman dan penerapan ideologi bangsa.
 
Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa BTU Pancasila dirancang dengan pendekatan yang lebih praktis.
 
"Buku ini tidak hanya berisi teori, tetapi 70% kontennya fokus pada praktik kontekstual. Tujuannya agar nilai-nilai Pancasila dapat tertanam secara sistematis dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda," tegas Prof. Yudian dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
 
Beliau juga menekankan bahwa sosialisasi BTU ini menjadi momentum penting untuk merevitalisasi Pancasila sebagai pandangan hidup.
 
"Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan harus diterjemahkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebijakan publik hingga interaksi sosial di masyarakat," paparnya.
 
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP, Prakoso, menambahkan bahwa BTU berperan sebagai panduan praktis bagi generasi muda.
 
"Buku ini tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi alat untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sekaligus merespons tantangan globalisasi yang semakin kompleks," ujar Prakoso.
 
Lebih lanjut, Prakoso menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membumikan Pancasila.
 
"Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat umum, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman," jelasnya.
 
Acara ini juga menyoroti keselarasan antara nilai-nilai lokal Sumatera Barat, khususnya filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," dengan prinsip-prinsip Pancasila.
 
"Kearifan lokal seperti ini menunjukkan bahwa Pancasila bukanlah sesuatu yang asing, melainkan telah hidup dan berkembang dalam budaya kita," tambah Prakoso.
 
Selain sosialisasi BTU, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan pemuda.
 
Melalui kegiatan ini, BPIP berharap dapat memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berbangsa dan bernegara.
 
"Kami berharap, dengan pemahaman yang lebih mendalam dan implementasi yang nyata, nilai-nilai Pancasila akan terus mengakar kuat dalam diri setiap warga negara, menjaga keutuhan NKRI, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," tutup Prof. Yudian.