Jakarta, 24 Juli 2025 — Musim liburan sekolah 2025 mendorong lonjakan konsumsi berbasis pengalaman di Indonesia. Dalam forum Power Lunch bertajuk “Peluang Bisnis di Musim Liburan Sekolah” yang diselenggarakan GDP Venture pada Selasa, 23 Juli 2025, berbagai pelaku industri seperti tiket.com, SweetEscape, Galeri Indonesia Kaya (GIK), serta Lokadata.id memaparkan pergeseran besar dalam perilaku konsumen, dari konsumsi barang ke pencarian pengalaman emosional dan layak dibagikan.
Platform tiket.com mencatat peningkatan signifikan selama liburan sekolah, dengan transaksi akomodasi naik 79%, atraksi wisata naik 45%, dan tiket penerbangan naik 38%. Bahkan di luar musim liburan, tren micro-break atau jeda singkat dari rutinitas turut mendorong pertumbuhan transaksi sebesar 54% sepanjang paruh pertama 2025.
“Kami melihat pergeseran dari liburan panjang ke liburan pendek yang lebih sering dan personal,” kata Gaery Undarsa, Co-Founder & CMO tiket.com.
Fenomena ini juga ditegaskan Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id, yang menyebutkan bahwa masyarakat kini berlibur untuk menciptakan momen bermakna, bukan sekadar beristirahat. “Nilai liburan kini terletak pada cerita yang bisa dibagikan,” ujarnya.
Dalam surveinya, Lokadata menemukan bahwa kegiatan seperti konser dan pertunjukan budaya lebih diprioritaskan dibanding pembelian barang, dengan pengeluaran yang bahkan melebihi harga tiket.
Galeri Indonesia Kaya (GIK) mencatat lebih dari 27.000 pengunjung selama liburan sekolah melalui pertunjukan gratis yang memadukan edukasi dan hiburan.
“Fenomena war tiket kini terjadi bahkan untuk acara gratis seperti di GIK,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
GIK juga menggelar dua pertunjukan musikal berbayar, Keluarga Cemara dan Petualangan Sherina, yang menarik lebih dari 43.000 penonton, menunjukkan bahwa teater kini menjadi hiburan yang diminati lintas usia.
Layanan fotografi profesional SweetEscape mengalami lonjakan permintaan sebesar 35% selama musim liburan. “Kami melihat tren dokumentasi kini bergeser ke tempat menginap dan spot tersembunyi yang lebih personal,” ungkap David Soong, CEO SweetEscape.
Tiga destinasi dengan permintaan tertinggi tahun ini adalah Bali, Sydney, dan Singapura, sejalan dengan tren short haul yang juga diamati tiket.com.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa liburan sekolah kini menjadi momen strategis dalam siklus konsumsi nasional. Seperti disampaikan Ossy Indra Wardhani, Corporate Affairs Director GDP Venture, “Liburan tak harus jauh atau panjang. Yang penting adalah maknanya—waktu berkualitas bersama orang terdekat, dalam aktivitas yang memberi pengalaman berkesan.”