
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti masih banyaknya proyek infrastruktur nasional yang dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut AHY, persoalan inefisiensi dalam pembangunan infrastruktur kerap muncul akibat lemahnya perencanaan dan koordinasi sejak tahap awal. Hal ini menyebabkan anggaran negara tidak terserap secara optimal.
"Inefisiensi itu tidak selalu disebabkan oleh niat buruk, tetapi sering kali terjadi karena kurangnya perencanaan yang terintegrasi," ujar AHY dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Hal itu disampaikannya dalam memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (22/7), AHY menjelaskan, perencanaan yang tidak menyeluruh menyebabkan sejumlah proyek dijalankan secara tergesa-gesa. Akibatnya, saat proyek mulai berjalan, berbagai persoalan justru baru muncul di tengah jalan.
“Banyak keputusan diambil secara tergesa-gesa, tanpa perhitungan matang, lalu langsung dieksekusi. Padahal, saat proyek sudah berjalan, sering kali kita tidak bisa mundur, sementara masih ada banyak masalah yang seharusnya diselesaikan lebih dulu,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah proyek infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, jalan, hingga bendungan yang meskipun telah rampung dibangun, namun belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
AHY menegaskan pentingnya perencanaan terpadu (integrated planning) agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia juga mendorong pengawasan aktif dari BPK dalam setiap tahap pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara.
“kami sangat menantikan pengawasan dan masukan dari BPK agar keuangan negara benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Inilah yang akan mendorong kemajuan pembangunan ke depan,” ucap AHY.
Lebih jauh, AHY menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi rakyat, bukan hanya sekadar pencapaian jumlah proyek yang selesai dibangun.
“Infrastruktur harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata dia.
Ia juga menegaskan pentingnya tata kelola anggaran pembangunan yang transparan dan akuntabel. Hal ini, kata AHY, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.
"Kita tidak boleh menjalankan program-program yang tidak prudent atau sulit dipertanggungjawabkan. Pesan dari Bapak Presiden Prabowo adalah: setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, segala bentuk inefisiensi harus kita hindari,” pungkasnya.