Jakarta — Kementerian Kebudayaan RI menandatangani nota kesepahaman, kesepakatan, dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga guna memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa tanggung jawab memajukan kebudayaan bukan hanya berada di pundak Kementerian Kebudayaan.
“Saya kira ini jadi tanggung jawab bersama, karena itu kita ajak ramai-ramai dari kementerian dan lembaga untuk sama-sama berkolaborasi,” ujar Fadli dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU lintas kementerian dan lembaga, Selasa (22/7/2025) di Jakarta.
Fadli menekankan pentingnya amanat UUD 1945 pasal 32 ayat 1 yang menyebutkan bahwa negara wajib memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, serta menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Ia juga menyampaikan harapannya agar kebudayaan dapat menjadi soft power dan identitas bangsa.
“Kita berharap kebudayaan menjadi soft power kita. Budaya bukan beban, budaya bisa menjadi ekonomi budaya, industri budaya, dan banyak lagi. Indonesia memiliki kebudayaan luar biasa, mega diversity, dan peradaban yang sangat tua. Ini memang membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga,” lanjutnya.
Sejumlah kerja sama strategis telah dijalin Kemenbud, di antaranya dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Pariwisata. Selain itu, MoU juga ditandatangani dengan Badan Pusat Statistik dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk pelestarian budaya dan percepatan pemajuan kebudayaan di daerah.
Dengan sinergi ini, Kementerian Kebudayaan berharap dapat memperkuat pendidikan berbasis budaya, meningkatkan pemanfaatan potensi budaya lokal, dan mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung keberlangsungan budaya nasional.
“Semakin banyak sinergi kita ke depan, semoga jadi bagian dari cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutup Fadli.