Perbaikan Layanan Pendidikan, Media jadi Mitra Strategis Bangun Kesadaran Publik

AKM • Monday, 21 Jul 2025 - 17:15 WIB
Sekjen Kemendikdasmen Suharti (Istimewa)

Jakarta - Peran Media daam memberikan berbagai informasi termasuk masalah pendidikan kepada masyarakat masih dibutuhkan keberadaannya. Hal ini mengukuhkan pentingya kolaborasi antara pemerintah dan Media dalam menyampaikan berbagai hal terlait pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Sekjen Kemendikdasmen) Suharti, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan media dalam menyampaikan narasi pendidikan yang utuh dan konstruktif kepada masyarakat. 

Suharti menekankan bahwa komunikasi publik yang baik adalah bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan kebijakan pendidikan.

"Media bukan sekadar saluran informasi, tetapi mitra strategis dalam membangun kesadaran publik. Bahkan, narasi media bisa membantu kami melihat celah-celah perbaikan untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik," ujar Suharti  dalam sambutammya dalam acara Forum Wartawan Pendidikan, Jakarta Pusat, Jumat (18/7).

Sekjen Suharti mengakui bahwa media berperan penting dalam menerjemahkan kebijakan teknis menjadi cerita-cerita yang mudah dipahami masyarakat. Insan pers diharapkan bisa terus membantu mengedukasi publik, sekaligus memberikan masukan terhadap implementasi kebijakan yang dijalankan pemerintah.

“Media yang efektif bukan hanya mengkritik, tapi juga konstruktif. Informasi dari media bisa menjadi umpan balik, bahkan bisa memicu perubahan atau revisi regulasi jika ditemukan tidak sesuai di lapangan,” imbuhnya.

Suharti juga menambahkan sejumlah kebijakan prioritas yang sedang dijalankan Kemendikdasmen, antara lain redistribusi guru, penyederhanaan beban kerja guru, pelaksanaan pembelajaran berbasis coding dan kecerdasan buatan (AI), serta transformasi sistem penyaluran tunjangan guru langsung ke rekening guru dari pusat, tanpa harus melalui pemerintah daerah.

Menurutnya, penyampaian informasi terkait berbagai program tersebut membutuhkan dukungan media agar masyarakat lebih memahami manfaatnya dan dapat mengaksesnya secara optimal.

“Kami telah menyiapkan berbagai materi komunikasi, termasuk video dari Pusat Penguatan Karakter dan Pusat Prestasi Nasional. Namun tetap, narasi yang dibangun media jauh lebih mengena dan kontekstual karena dekat dengan masyarakat,” imbuhnya..