
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti seriusnya dampak kendaraan Over Dimension and Over Load (ODOL) terhadap keselamatan lalu lintas dan kerugian negara.
Menurut AHY, sepanjang tahun 2024 terjadi lebih dari 150 ribu kecelakaan lalu lintas dengan 26 ribu korban jiwa. Dari total tersebut, kendaraan angkutan barang menyumbang 10,5 persen kasus, tertinggi kedua setelah sepeda motor.
“Tidak ada yang lebih penting dari nyawa manusia. Kita harus serius menyelamatkan pengemudi, pengguna jalan, dan negara dari kerugian yang terus berulang,” kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penanganan ODOL bersama kementerian dan lembaga terkait di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta Pusat, Kamis (17/7), AHY mengungkapkan bahwa kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL menyebabkan kerugian besar bagi negara, dengan anggaran perbaikan jalan mencapai Rp41 triliun per tahun.
“Dana tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk program-program pro-rakyat,”tambahnya.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada penindakanterhadap pelanggaran ODOL, tetapi juga pada perlindungan pengemudi angkutan barang yang kerap menjadi pihak paling terdampak.
“Para pengemudi sering menjadi korban sekaligus disalahkan saat kecelakaan terjadi, padahal mereka hanya menjalankan tugas di tengah kesejahteraan yang minim. Tanpa pilihan lain, mereka terpaksa membawa muatan berlebih demi mencari nafkah halal. Karena itu, kita harus berpihak pada mereka,” katanya.
Dalam rakor tersebut, Menko AHY menyampaikan pemerintah memfokuskan penanganan ODOL pada tiga rencana aksi prioritas dari total sembilan agenda Zero ODOL, diantaranya: Pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan ODOL; Penguatan perlindungan tenaga kerja pengemudi; Harmonisasi peraturan perundang-undangan.
“Ketiga fokus tersebut ditargetkan menghasilkan 47 output strategis,” ucapnya.
Menko AHY meyakini bahwa jika seluruh agenda ini dijalankan dengan konsisten, tidak hanya keselamatan pengemudi yang bisa diselamatkan, tetapi juga rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
“Saya rasa kalau ini bisa kita goalkan dan bisa kita jalankan dengan baik, kita bisa menyelamatkan pengemudi, meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna lalu lintas lainnya,” pungkasnya.