Suara Aktivis Reformasi: Willy Prakarsa Soroti Ekonomi dan Janji Presiden

ANP • Wednesday, 16 Jul 2025 - 17:50 WIB

Tangerang Selatan - Di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI’98), Willy Prakarsa, menyuarakan keresahannya lewat unggahan di akun X pribadinya, @Prakarsa99Willy. 

Dengan gaya khas yang lugas dan penuh emosi, Willy mengajak publik untuk kembali menyoroti janji-janji pemerintahan yang menurutnya belum sepenuhnya terwujud.

Dalam cuitannya, Willy menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia sebagai “di ambang senja”, merujuk pada inflasi yang menekan daya beli masyarakat. Ia menyentil kebijakan pajak yang dinilai memberatkan rakyat kecil, khususnya para ibu rumah tangga yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kok nggak malu sih para ‘Emas’ tersebut sama si emak-emak, buat makan aja sudah megap-megap,” tulisnya, Rabu (16/07).

Tak berhenti di situ, Willy juga mempertanyakan capaian kerja Presiden Prabowo Subianto yang telah menjabat hampir sepuluh bulan. Ia menyinggung janji sang presiden yang pernah menyatakan akan mewakafkan sisa umurnya untuk bangsa, namun menurutnya, realitas di lapangan masih jauh dari harapan.

Menariknya, di tengah kritik yang tajam, Willy tetap menyelipkan harapan. Ia mengajak publik untuk berpikir positif dan percaya bahwa strategi perbaikan tengah disiapkan oleh Presiden Prabowo. “Optimis dan positive thinking dulu,” tulisnya, menutup rangkaian cuitan yang penuh warna.

Unggahan Willy juga memuat permintaan maaf kepada warga Tangerang Raya dan Banten, yang dulu dia ajak memilih pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2024. Sebuah refleksi yang menunjukkan bahwa kritiknya bukan sekadar oposisi, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap pilihan politik masa lalu.

Di tengah riuhnya perdebatan publik, suara Willy menjadi pengingat bahwa harapan dan kritik bisa berjalan beriringan. Ia bukan hanya menyuarakan keresahan, tapi juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga optimisme dalam menghadapi tantangan bangsa.