Djaka Kusmartata Raih Gelar Doktor, Usung Ekonomi Syariah untuk Kebijakan Ekspor

FAZ • Friday, 11 Jul 2025 - 20:51 WIB

JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Djaka Kusmartata, resmi meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti. Dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Auditorium Gedung S, Kampus A Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (11/7/2025). 

Djaka mempertahankan disertasi yang menggabungkan pendekatan ekonomi syariah dengan teori perdagangan internasional modern.

Disertasi berjudul “Integrasi Tawhidi String Relation dengan Gravity Model of Trade dalam Analisis Determinan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia: Strategi Optimalisasi Kapasitas Produksi (2014–2023)” ini menawarkan pendekatan baru untuk memperkuat daya saing industri tekstil nasional di pasar global.

“Model ini tidak hanya menekankan efisiensi ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan nilai spiritual dan keseimbangan sosial dalam proses produksi dan perdagangan,” ujar Djaka dalam pemaparannya di hadapan tim penguji.

Melalui integrasi antara Tawhidi String Relation (TSR) dan Gravity Model of Trade, penelitian Djaka memberikan kerangka analisis yang lebih holistik terhadap kebijakan ekspor, khususnya pada sektor tekstil dan produk tekstil—komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Djaka menegaskan, pendekatan ini dapat menjadi alternatif strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, selama ada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pihak terkait, Indonesia bahkan bisa menjadi pemimpin di tengah dinamika tersebut.

“Sebenarnya saya ingin memberikan sudut pandang baru terhadap bagaimana pemerintah menilai agar industri kita bisa terus bertahan, bahkan terpacu dalam dinamika ketidakpastian global,” ungkapnya.

Ia menyebut, apabila prinsip TSR dapat diterapkan secara kolektif—mulai dari regulasi, pelayanan, fasilitasi, hingga pengawasan—maka daya saing industri nasional akan meningkat signifikan.

Djaka juga menyampaikan bahwa hasil penelitiannya dapat menjadi template bagi sektor industri lain, tidak hanya tekstil. Ia berharap disertasinya bisa dijadikan rujukan dalam perumusan kebijakan ekspor dan pembinaan industri nasional secara struktural.

“Kalau semua pihak bekerja sama, maka industri bisa dibimbing, dilatih, dan distandarisasi. Dengan begitu, kita siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Promosi doktor ini turut didampingi oleh promotor utama, Prof. Dr. Tatik Mariyanti, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. Haryono Umar, M.Sc., Ak., CA., CPAM., yang memberikan arahan akademik selama proses penyusunan disertasi.

Keberhasilan Djaka juga menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, yang terus mendorong riset berbasis ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan. Lembaga Indonesian Economics & Finance (IEF) pun disebut sebagai mitra penting dalam pengembangan kajian ekonomi strategis.

Disertasi Djaka diharapkan menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan ekspor serta pengembangan industri tekstil nasional di masa mendatang.