
JAKARTA – Ketua Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Dr Rudyono Darsono yakin Presiden Prabowo bisa memperbaiki bangsa Indonesia dan membawa rakyat ke dalam ruang kemerdekaan untuk hidup lebih sejahtera. Keyakinan tersebut didasarkan pada latar belakang dan moralitas TNI yang dimiliki oleh Presiden Prabowo.
“Kalau TNI masuk membersihkan dan memperbaiki bangsa ini dengan memberantas para koruptor, para bandit-bandit itu yang sekarang berkuasa, bercokol, itu akan disapu dengan menggunakan sapu yang bersih,” kata Rudyono dalam channel Youtube UTA Bicara berjudul "Mampukan Prabowo Membawa Indonesia Keluar dari Rezim Kepalsuan?" yang tayang dalam rangka HUT Universitas 17 Agustus 1945, Rabu (2/7/2025).
Ia mengibaratkan upaya memberantas korupsi yang selama ini dilakukan di Indonesia masih menggunakan sapu yang kotor. Maka hasilnya bukan lantai yang bersih dan mengkilap tetapi lantai yang penuh dengan lumpur yang membuat Indonesia menjadi tambah terpuruk.
Diakui Rudyono, upaya melibatkan TNI dalam memberantas koruptor membuat lembaga tersebut banyak dihujat oleh media, termasuk media sosial. “Para koruptor membayar teman-teman dari Youtuber, oknum tiktoker dengan uang ratusan miliar. Tujuannya agar bangsa ini tetap terpuruk, sehingga para koruptor itu tetap bisa berkuasa merampok uang rakyat,” lanjutnya.
Koruptor kata Rudyono ibarat kata adalah maling yang mencuri masa depan bangsa, masa depan generasi muda. Sumber daya alam yang begitu hebat di Indonesia, begitu banyak dikorupsi oleh oknum koruptor. Karena itu, pemberantasan korupsi sudah seharusnya dilakukan dengan tegas, dan tanpa pandang bulu anak siapa dia atau keluarga siapa dia atau golongan siapa dia atau kalau di Indonesia mungkin dari partai mana dia. Kekayaan bangsa ini yang begitu hebat tidak akan pernah sampai kepada bangsa dan rakyat kalau sumber daya manusia dan koruptornya tidak dibasmi
Dalam upaya memberikan wawasan kebangsaan dan memberikan masukan kepada para mahasiswa, Universitas 17 Agustus 1945 mengundang seorang petinggi militer untuk menjadi narasumber HUT Universitas 17 Agustus 1945. “Kenapa TNI yang kita undang? Karena kita ingin disiplin TNI, disiplin militer itu bisa menular kepada kita secara nyata,” katanya.
Menurut Rudyono, TNI adalah satu-satunya institusi dengan disiplin yang menjadi harga mati. Bukan disiplin omong kosong yang enak bicara di mulut dengan janji muluk.
Kepada mahasiswaa, Rudyono berpesan harus benar-benar mawas diri, hati-hati untuk menggalang dan membina membangun masa depan. Tetap fokus dan disiplin pada diri serta terus memperdalam tingkat keilmuan.
“Jangan sampai seperti yang banyak disebutkan dan selalu saya sampaikan, IQ orang Indonesia itu tidak lebih baik dari IQ seekor monyet. Paham kan? IQ orang Indonesia itu dikonotasikan selalu dengan IQ 78. Itu IQ-nya simpane,” ujarnya.
Sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa UTA 45 Jakarta jelas Rudyono, harus mampu membangun jati diri bangsa ke depan, membangun sumber daya manusia bangsa Indonesia. “Membangun sebuah bangsa itu adalah membangun generasi mudanya, membangun pendidikannya, membangun kesehatannya,” tandas Rudyono
Baginya, pembangunan generasi muda, pembangunan sumber daya manusia itu adalah sebuah kunci untuk bisa menatap Indonesia yang lebih baik di depan nanti.