Dari Trotoar untuk Negeri: Simfoni Cinta di HUT Bhayangkara

ANP • Tuesday, 1 Jul 2025 - 13:10 WIB

Tangerang Selatan – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Bhayangkara di Serpong tampil dalam bentuk yang jauh dari seremonial kaku. Di halaman Majelis Taklim Panca Karsa, suara musik merakyat mengalun lembut, menciptakan harmoni antara warga dan institusi.

Pagelaran musik jalanan ini digagas oleh Willy Prakarsa, sosok yang akrab dengan ekosistem musisi jalanan. Dengan semangat inklusi, acara ini membuka panggung bagi berbagai musisi trotoar, musisi kafe untuk bersuara secara musikal dan sosial.

Yang tak kalah menyentuh adalah kehadiran Gerry Koeswoyo, putra legenda musik Indonesia, almarhum Yon Koeswoyo. Mereka datang bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pewaris semangat kebebasan berekspresi yang dulu diperjuangkan ayah mereka melalui nada-nada sederhana namun dalam makna.

“Ayah kami dulu memulai semuanya dari bawah. Dari panggung kecil, dari jalanan juga. Melihat semangat ini masih hidup hari ini, dalam bingkai kebangsaan seperti HUT Bhayangkara, membuat kami terharu sekaligus bangga.” Ujar Gerry Koeswoyo, selasa (01/07)

Gerry juga mengapresiasi upaya Willy Prakarsa dalam memberi panggung kepada mereka yang sering dipinggirkan.

“Musisi jalanan itu punya jiwa dan kalau negara menghargai mereka lewat acara seperti ini, berarti kita sedang berada di arah yang benar.” Tambah Gerry.

Musik menjadi bahasa universal yang tak hanya menghibur, tapi merangkul dan Polri yang hari ini sedang merayakan ulang tahunnya bukan sebagai simbol otoritas semata, tetapi sebagai bagian dari simpul sosial.

“Saya bukan penyanyi, bukan polisi, tapi saya percaya musik bisa menjadi jembatan. Apalagi di hari penting seperti ini, kita perlu merayakannya dengan kebersamaan,” tutup Willy.