Bertemu Raja Charles III, Menteri LH Tegaskan Komitmen RI dalam Keanekaragaman Hayati

FAZ • Tuesday, 1 Jul 2025 - 00:57 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan pertemuan dengan Raja Charles III di Puri Lancaster, London, pada Rabu (25/6), dalam rangkaian kegiatan London Climate Week 2025.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut atas komitmen antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang perlindungan lingkungan hidup dan konservasi keanekaragaman hayati.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif menyampaikan salam dan pesan dari Presiden Prabowo serta menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengimplementasikan kerja sama konkret, termasuk penguatan pusat konservasi gajah sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

“Konservasi gajah sumatera sebagai simbol penting pelestarian spesies endemik Indonesia dan konservasi keanekaragaman hayati,” kata Hanif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/6/2025).

Selain bertemu Raja Charles, Hanif juga menjadi pembicara utama dalam forum bertema "Nature Action" yang digelar oleh Special Representative for Nature Kerajaan Inggris, Ruth Davis.

Dalam forum itu, ia memaparkan arah kebijakan Indonesia dalam pelestarian biodiversitas melalui dokumen Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045. 

Dokumen ini merupakan peta jalan utama pengelolaan keanekaragaman hayati nasional yang sejalan dengan mandat Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) hasil COP CBD ke-15.

“IBSAP 2025–2045 bukan hanya dokumen strategis konservasi, tetapi juga membuka peluang skema pembiayaan inovatif berbasis investasi dan mekanisme Access and Benefit Sharingdengan sektor swasta,” ungkap Hanif.

Selain menghadiri forum global, Menteri Hanif melakukan pertemuan bilateral dengan jajaran Pemerintah Kerajaan Inggris, termasuk Menteri Lingkungan, Pertanian dan Perdesaan (DEFRA), Menteri Iklim, serta Menteri Luar Negeri dan Perencanaan Pembangunan (FCDO). 

Topik yang dibahas meliputi penguatan kerja sama dalam pengendalian perubahan iklim, pengurangan sampah plastik, serta pengembangan mekanisme pendanaan karbon. Kunjungan ini turut mencakup peninjauan lapangan ke proyek restorasi ekosistem di South Downs National Park, Sussex.

Proyek ini menjadi referensi penting bagi penerapan pendekatan Biodiversity Net Gain yang relevan untuk kebijakan lingkungan di Indonesia. Kehadiran Indonesia dalam forum internasional ini mempertegas komitmen KLH/BPLH dalam mendorong diplomasi hijau sebagai pilar penting pembangunan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi global yang semakin erat, Indonesia terus mengambil peran utama dalam mengawal masa depan lingkungan hidup dunia,” pungkas Hanif.